Aneh, Gubernur Melarang, Kasek SMAN 1 Kalianget Akui Tidak Ada Surat Resmi

- Redaksi

Selasa, 1 Agustus 2023 - 16:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Foto:Ilustrasi

Foto:Ilustrasi

SUMENEP, seputarjatim.com-Sungguh aneh bin ajaib, kata-kata itulah yang muncul dibenak pewarta saat mendengar pengakuan Kepala Sekolah SMAN 1 Kalianget yang mengaku tidak menerima surat resmi terkait larangan pungutan terhadap siswa berupa SPP yang di gaungkan oleh Gubernur Jawa Timur sejak tahun 2019 silam.

Pedahal seperti yang kita ketahui bersama bahwa, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melarang Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri untuk melakukan pungutan kepada siswa dalam bentuk dan nama apapun.

Khofifah menyampaikan, program SPP gratis di wilayah yang dipimpinnya sudah berjalan sejak 2019 silam, yang tentunya harus diikuti oleh seluruh sekolah yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program SPP gratis ini sudah berjalan sejak 2019 lalu. Jadi sekolah tidak diperkenankan memungut rupiah sepeser pun dari siswa. Semua gratis, seluruh Jatim,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, beberapa waktu lalu.

Terkait larangan Gubernur tersebut, Menjadi sangat aneh apabila pihak SMAN 1 Kalianget mengaku tidak menerima surat resmi yang dikeluarkan oleh Gubernur Jatim melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jatim perihal larangan pungutan berupa SPP.

Baca Juga :  KPU Sumenep Resmi Buka Pendaftaran PPK Untuk Pemilu 2024, Berikut Tahapannya

Menurut Moh. Sadik selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Kalianget mengaku baru tahun ini menerima surat resmi terkait larangan pungutan terhadap siswa berupa SPP, sedangkan untuk tahun-tahun sebelumnya pihaknya tidak menerima surat tersebut secara resmi.

“Karena sudah ada surat dari Gubernur Jatim yang kami terima maka mulai tahun ini  tidak ada SPP lagi, sedangkan untuk sebelum-sebelumnya masih bisa ” ucap Sadik dengan santainya. Senin (31-07-2023).

Masih kata Sadik, apa yang dilakukan oleh SMAN 1 Kalianget terkait pungutan yang berlebel SPP tersebut sudah atas persetujuan Kacabdin.

Bahkan secara blak-blakan Moh. Sadik beralibi bahwa penarikan SPP di SMA Negeri 1 Kalianget tidak bertentangan dengan aturan yang ada karena berbentuk Sumbangan Partisipasi Masyarakat (SPM), jadi berbentuk Sumbangan bukan iuran.

“Berdasarkan Permen tentang SPM itu makanya kita tarik sumbangan dari siswa tersebut yang sudah disepakati sebesar Rp.50.000 dan itu semua dilaporkan dan minta persetujuan kepada Kacabdin Sumenep dan disetujui ,” terangnya.

Baca Juga :  Tahapan Pemilu, PPK Lenteng Gelar Rakor Sosialisasi Kepemiluan Dan Pendidikan Pemilu Bersama PPS

Merasa ada yang aneh dan janggal dengan pernyataan Kepala Sekolah SMAN 1 Kalianget tersebut, media seputarjatim.com bermaksud menemui Kacabdin Provinsi Jatim Wilayah Sumenep untuk mengkonfirmasi apakah yang diucapkan Moh.Sadik tersebut benar adanya ataukah hanya sebatas alibi untuk mencari pembenaran.

Namun sangat disayangkan, pejabat yang baru bertugas di ujung timur Pulau Madura tersebut sedang tidak ada di kantor, menurut pengakuannya sedang ada diluar kantor sambil mengirimkan bukti berupa foto.

“Maaf lagi diluar kantor,” jelasnya singkat. Selasa (1-08-2023).

Saat dikonfirmasi terkait pernyataan Moh. Sadik tersebut, sampai berita ini kembali tayang belum ada respon dari Kacabdin Provinsi Jatim Wilayah Sumenep.

Seputarjatim.com akan terus melakukan penelusuran lanjutan terkait ucapan kontroversial kepala SMAN 1 Kalianget tersebut dengan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang berwenang lainnya. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional
SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep
MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan
Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru
Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:18 WIB

PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:54 WIB

SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:12 WIB

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:53 WIB

Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:01 WIB

Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru

Berita Terbaru

BERBAHAYA: Sejumlah pengendara melintas di lokasi ambruknya tiang listrik di ruas jalan setelah Jembatan Manyar menuju kawasan JIIPE, Gresik (Dok. Seputar Jatim)

Jawa Timur

10 Tiang Listrik Ambruk di Gresik, GM PLN UID Jatim Pilih Diam

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:14 WIB