Burung Cendet Madura, Burung Petarung Yang Mulai Langka

- Redaksi

Senin, 24 Juni 2019 - 13:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Cendet Madura, burung petarung dengan ciri fisik ramping dan ekor lebih panjang.

Cendet Madura, burung petarung dengan ciri fisik ramping dan ekor lebih panjang.

Sumenep, seputarjatim.com- Siapa tak mengenal burung Cendet, Pentet, atau Toet? Ya, burung fighter ini memang sangat digandrungi kicaumania. Sejak lama, burung peniru berbagai macam suara ini bahkan telah dinobatkan sebagai ikon burung peliharaan yang paling sering dilombakan dalam even lomba burung berkicau.

Sekilas burung Cendet Madura memang tampak memiliki fisik yang sama. Namun bila diperhatikan lebih jauh, burung Cendet Madura memiliki ekor yang lebih panjang dari jenis Cendet lainnya. Ciri khas lainnya adalah warna bulu kepala yang hampir seluruhnya berwarna hitam legam. Inilah mengapa Cendet Madura juga memiliki sebutan lain, Cendet Blangkon.

Baca Juga :  Bupati Sambut Baik Rencana Perusahan Asal Singapura untuk Investasi Besar-besaran di Sumenep

Berbeda dengan jenis burung cendet lainnya, Cendet Madura memiliki perbedaan pada warna bagian dada yang menyerupai kapas. Walaupun memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil, namun Cendet Madura dikenal sebagai rajanya Burung Cendet yang ada di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini persebaran alami burung cendet Madura mulai terancam. Di Pulau Sepudi, Kabupaten Sumenep misalnya. Pihak Desa bahkan menerbitkan peraturan tentang larangan mengambil Burung Cendet di alam. Arif, salah seorang pemuda menuturkan jika aturan ini berlaku di seluruh Pulau. “Warga yang melanggar akan dikenai sanksi dari Desa. Yang melanggar juga bisa dilaporkan ke pihak berwajib,” tegasnya.

Baca Juga :  PT Gudang Garam: Ayo Menanam Bambu!

Wilayah persebaran lain burung Cendet Madura juga berada di wilayah pesisir utara Kabupaten Sumenep, tepatnya di kecamatan Ambunten dan batang-Batang. Namun di wilayah ini, burung Cendet hanya dapat ditemui di wilayah-wilayah ketinggian dan jauh dari permukiman penduduk. “Burung Cendet sekarang sudah mulai langka, gak seperti dulu lagi,” pungkas Arif. (dik/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dua Kali Tembus KEN, Bupati Andalkan Musik Tong-Tong untuk Promosikan Budaya Madura
Bupati Bawa Pesan Persatuan di Puncak Perayaan Hari Jadi ke-757 Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru