Diduga Tidak Becus Mengurus Desa Jambu, ZA: Lebih Baik Mundur

Tak Berkategori123 Dilihat

SUMENEP, seputarjatim.com–Desa Jambu merupakan satu dari dua puluh desa yang ada di kecamatan lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura. Letaknya yang hanya sekitar 15 KM dari jantung kota Sumenep tidak lantas menjadikan desa ini menjadi desa yang sejahtera.

Sebaliknya permasalahan demi permasalahan terjadi desa ini, mulai dari perkerjaan fisik yang disinyalir tidak dikerjakan, balai desa yang rusak parah hingga dugaan motor inventaris desa yang digadaikan oleh oknum sejak beberapa tahun yang lalu.

“Ini menunjukkan ketidak becusan pemerintah Desa Jambu menjadi pelayan masyarakat, kalau sudah tidak mampu menjalankan amanah yang diberikan oleh warga desa Jambu lebih baik mundur,” Ucap  ZA pemuda asli Jambu saat ditemui media ini. Senin (20-12-2021).

Lanjut ZA, permasalahan yang terjadi di desanya harus segera dicari benang merahnya agar masyarakat tidak selalu menjadi korban, dan cita-cita menjadi desa sejahtera bisa terwujud sesuai dengan UU No. 6 tahun 2014 tentang desa.

“Kepada kepala desa Jambu yang baru dilantik diharapkan nantinya semua permasalahan yang terjadi di desa bisa diurai satu demi satu, agar nantinya bisa diketahui benang merah dari permasalahan klasik tersebut,” Paparnya.

Masih kata ZA, Tata kelola yang baik (good governance) merupakan hal pertama yang harus dilakukan oleh kepala desa yang baru, Tata kelola yang baik memerlukan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional untuk mengelola potensi sumber daya alam desa Jambu.

“Tata kelola yang baik (Good Governance) di desa harus dilakukan secara terstruktur dan sistematis agar desa bukan hanya bisa mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan yang dilakukan tetapi juga bisa meningkatkan daya saing desa. Artinya dengan pengelolaan yang baik, pemerintahan desa bisa punya arah dan tujuan yang jelas untuk dicapai. Pemerintah desa juga tahu kemana arah yang akan dituju serta memiliki ukuran yang jelas dalam menilai kinerja pemerintahan desa. Tata kelola yang baik akan dapat meningkatkan daya saing desa,” Pungkasnya.

Sementara itu, Benny Wahyudi kades jambu terpilih mengakui bahwa terdapat pekerjaan fisik tahun 2020 yang dananya bersumber dari dana desa yang belum selesai dikerjakan oleh pemerintah desa jambu sebelumnya. “Iya ada yang belum dikerjakan,namun berhubung saya masih baru menjabat dan belum ada serah Terima saya tidak bisa menjelaskan secara detail apa saja yang menjadi problem di desa Jambu, termasuk dugaan inventaris sepeda motor nanti saya juga minta penjelasan kepada perangkat desa,” Jelasnya singkat. (Bam)

Komentar