Harga Tembakau Anjlok, Dispertahortbun Sumenep Turun Pantau Gudang

Pemerintahan69 Dilihat

SUMENEP, seputarjatim.com Kesulitan yang dialami petani dalam memasarkan hasil panen tembakau mulai menjadi perhatian Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep. Saat ini berbagai upaya terus dilakukan untuk membuka jalan bagi petani menjual panen mereka. Arif Firmanto, Kepala Dispertahortbun Sumenep mengaku telah berkomunikasi dengan kalangan gudang dan pabrikan di Sumenep dan Pamekasan. Selain itu, menurut Arif pihaknya juga membantu petani dalam pembuatan surat permohonan penyerapan tembakau yang ditujukan kepada gudang.

“Karena gudang di Sumenep terbatas, kita cari solusi agar petani tetap bisa menjual tembakau mereka ke gudang tembakau di Pamekasan. Kita buatkan suratnya, alhamdulillah manjur dan gudang langsung membeli,” terang Arif Firmanto, saat ditemui wartawan.

tem 1
Dispertahortbun Sumenep terus berkomunikasi terhadap gudang untuk menyerap hasil panen tembakau petani. (dik/ SJ foto)

Saat ini menurut Arif, Dispertahortbun Sumenep juga tengah menggagas pembuatan Tim Gugus Pertembakauan, yang menjadi turunan Peraturan Daerah tentang jual beli tembakau. “Setelah kita riset, di wilayah Temanggung ada yang membentuk semacam ini. Kita memandang itu penting, agar tata kelola niaga tembakau di Sumenep bisa lebih bagus. Ini juga untuk melindungi nasib petani kita,” imbuhnya.

Monitoring jual beli tembakau yang berlangsung di Kabupaten Sumenep menurut Arif akan dilakukan secara berkala. Pihaknya juga membuka ruang komunikasi bagi petani yang kesulitan dalam memasarkan hasil panen mereka.

Baca Juga :  Ditetapkan Jadi Tersangka, Moh.Siddik Siap Membongkar Kebobrokan PT. SMIP

Sebelumnya keluhan sulitnya menjual panen tembakau terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Sumenep. Selain harga yang merosot, petani juga keluhkan minimnya gudang tembakau yang melakukan pembelian. Tutupnya gudang pembelian tembakau ini juga menjadi salah satu faktor anjloknya harga tembakau di pasaran. Mamat Sa’ie, petani tembakau asal Desa Lebeng Barat, Pasongsongan mengaku heran dengan tren anjloknya harga tembakau di musim tanam tahun ini.

“Pasongsongan ini tanah terbaiknya tembakau di Sumenep. Tapi harga tembakau kami saat dijual hanya dipatok Rp 40 ribu per kilonya. Kalau gini terus kami ya rugi,” keluhnya. (dik/red)

Komentar