Kasus Direkayasa, Istri Terlapor Kasus Dugaan Pelecehan Bank Plat Merah Angkat Bicara

Nasional63 Dilihat

SUMENEP, seputarjatim.com- Kasus dugaan pelecehan seksual di sebuah bank plat merah di Sumenep, Jawa Timur, terus mengungkap fakta baru. Pada madurachannel.com, Silvy, Istri terlapor S-H menyampaikan pandangannya soal kasus tersebut.

“Sebenarnya suami saya dan keluarga pelapor masih bersahabat. Ayah E-R dulunya juga berkerja di bank yang sama. Awal masuk kerja, suami saya juga ikut membantu E-R agar diterima,” kata Silvy, Kamis, (18/01/2023).

Saat menjadi karyawan magang pun, S-H diminta untuk ikut mengawasi keseharian E-R, terlebih setelah mengenal H, kekasihnya.

“Kata suami saya, E-R yang dulunya semangat kerja, jadi malas dan kurang fokus. Di posisi teller kadang terjadi selisih hitung. Intinya kinerja E-R ini justru menurun setelah mengenal H,” imbuh Silvy.

Sebagai pimpinan bank, tentu S-H harus mengontrol keberesan kerja anak buahnya. Termasuk saat kejadian, yang dalam tuduhan E-R dianggap sebuah pelecehan seksual.

Baca Juga :  YLBH-Madura Akan Ajukan Amicus Curiae

“Saat itu suami saya menegur E-R karena menjelang bank tutup (sore hari), laporan keuangan yang dibuat E-R belum selesai. Disana lah aksi tepuk lengan dan bagian punggung terjadi. Itupun reflek, karena saat sedang ditanya, E-R sedikit membantah. Dan itu dilaporkan sebagai pelecehan. Padahal suami saya, termasuk saya sudah menganggap E-R dan orang tuanya sebagai keluarga,” imbuh Silvy.

Terkait dengan pernikahannya dengan H, ASN Polsuspas Pamekasan, Silvy juga mengaku sering diajak bicara oleh keluarga E-R.

“Intinya pihak keluarga E-R tidak setuju pernikahan itu. Alasannya satu, H adalah orang keras dan arogan. Dan keyakinan orang tua E-R itu terbukti. Sebab setelah menikah, E-R jadi korban KDRT suaminya sendiri. Pernah laporan ke polisi. Tapi entah kenapa kok tiba-tiba dicabut,” kata Silvy.

Baca Juga :  Rakernis Gabungan 4 Divisi, Kapolri Minta Penguatan Transformasi Menuju Polri Presisi

Karena nekat kembali ke suaminya tersebut, membuat komunikasi E-R pada keluarganya renggang. Saat ini menurut Silvy, E-R dalam posisi sulit.

“Ditinggalkan keluarga besar karena nekat balik ke suaminya yang kasar dan pelaku KDRT. Dan terakhir dimanfaatkan oleh suaminya sendiri untuk melapor kasus tepuk lengan dan punggung yang terjadi di kantor,” terang Silvy.

Secara khusus Silvy juga memberi pesan atas kasus yang dilaporkan E-R.

“Saya tahu aktornya adalah H. Dan saya tidak akan mundur sejengkal pun. Laporan ini merusak nama baik keluarga saya. Merusak karir suami saya. Membuat anak saya tak fokus belajar di sekolahnya. Disatu sisi E-R sebenarnya juga menjadi korban pemanfaatan suaminya sendiri. Saya juga prihatin dia masih betah tinggal dengan H yang temperamental itu,” pungkas Silvy. (di/red)

 

Komentar