Lapas Kelas II A Pamekasan Di Demo, Penyebabnya Bikin Geleng-Geleng Kepala

PAMEKASAN, seputarjatim.com -Dinilai Jadi Aktor Kegaduhan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mantan Tealer Bank yang diduga diinisiasi salah satu oknum polisi penjara Kelas II A Pamekasan mendapat  reaksi keras dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Madura (YLBH-Madura).

Sejumlah aktivis pada yayasan tersebut negeluruk  ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pamekasan, kedatangan mereka untuk meminta 3 oknum anggota polisi penjara berisial HP, HD dan HS dipecat.

Ketiga oknum Polsuspas tersebut menurut MH. Soleh, selaku Koordinator Aksi menilai ketiga orang inilah yang membuat kegaduhan publik dengan membangun narasi-narasi sensitif gender, yaitu dengan istilah tepuk bokong dan lepas tali kutang yang objeknya adalah istri dari oknum Lapas itu sendiri (HP, red).

Baca Juga :  Sambut Pra Musyda Ke 14, PDPM Sumenep Gelar Seminar Kepemudaan

Selain itu, oknum Polisi Penjara inisial HP tersebut diketahui melakukan serangkaian perbuatan penyalahgunaan atribut jabatannya, antara lain melakukan intimidasi terhadap salah satu pegawai bank, dan membuat keributan di salah satu bank.

” Perbuatan oknum tersebut a-moral karena tidak pantas dilakukan seorang ASN, apalagi yang dieksploitasi tersebut adalah istrinya sendiri,” ucapnya.

Soleh pun menuntut Ka Lapas Pamekasan untuk segera menindak tegas oknum Polsuspas tersebut dalam batas waktu 7 x 24 jam, dan apabila tidak respon pihaknya akan turun dengan massa yang lebih besar.

Baca Juga :  Breaking News, Mobil Plat Merah Milik Pemkab Sumenep Diduga Serempet Honda Beat

“Saya pastikan akan membawa massa yang lebih besar,” Janjinya.

Pantauan di lokasi, Massa demonstran yang melakukan orasi diluar gerbang tersebut kemudian ditemui oleh Kepala Keamanan di Lapas tersebut dan selanjutnya dilakukan audiensi di ruangan aula Lapas.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Keamanan atas nama Noval, mewakili Kalapas, menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pimpinannya dan berjanji akan menindak tegas oknum pegawai lapas yang terbukti melanggar. (Bs)

Komentar