Hukum & Kriminal

Rekonstruksi Pembunuhan Petani Lamongan Berlangsung Tegang

165
×

Rekonstruksi Pembunuhan Petani Lamongan Berlangsung Tegang

Sebarkan artikel ini
IMG 20230105 WA0028
(Foto: Makhrus)

LAMONGAN, seputarjatim.com- Isak tangis histeris keluarga korban pembunuhan almarhum Patolah (60) pecah saat menyaksikan rekontruksi yang digelar polisi di kebun jagung Petak 31 B1 RPH Gelap BKPH Jompong KPH Tuban, Desa Dateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Kamis (5/1/2023) siang.

Keluarga dan isteri korban tak henti-hentinya menangis histeris dan harus ditenangkan oleh warga yang juga turut menyaksikan rekontruksi tersebut. Dan dalam rekontruksi tersebut terdapat 12 reka adegan yang diperagakan oleh masing-masing saksi yang dihadirkan polisi.

Namun, Dalam Rekonstruksi itu juga, polisi tidak menghadirkan kedua tersangka yang diduga menjadi pelaku pembunuhan karena sudah digantikan oleh peran pengganti. Kedua tersangka kini telah ditahan di Mapolres Lamongan.

Baca Juga :  Wartawan Dikeroyok, Kapolres: Kami Telah Membentuk Tim

“Kegiatan rekontruksi ini adalah rangakaian dari proses penyelidikan untuk membuat terang suatu pidana dan tadi ada 12 adegan yang diperagakan oleh masing-masing saksi,” kata Kanit 1 Satreskrim Polres Lamongan Iptu Sunandar kepada Awak media saat di temui di lokasi kejadian.

Selain itu, Sunandar juga sudah menghadirkan peran pengganti, alasan penyidik tak menghadirkan kedua tersangka masing masing berinisial S dan AI karena keduanya tersangka masih tidak mengakui perbuatannya. Sementara polisi sendiri mengaku sudah memiliki cukup bukti.

“Hasil penyelidikan polisi sudah menemukan cukup bukti. Setelah ini kami penyidik akan menggelar rekonstruksi lagi dengan peran para tersangka,” kata perwira polisi berpangkat dua balok di pundaknya ini.

Baca Juga :  Bahagia, Konsumen Sipoa Terima Refund Dari Investor Baru

Kasus pembunuhan almarhum Patolah ini sendiri terjadi pada tanggal 04 Oktober 2022 lalu. Korban saat itu ditemukan oleh anaknya tergeletak di depan gubuk kebun jagung dalam kondisi kepala berlumuran darah. Keluarga kemudian melaporkan kasus ini ke polisi. Jasad Almarhum kemudian diotopsi dan hasilnya itu diketahui ada luka lecet di tangan kiri dan lecet pada punggung. Selain itu juga ditemukan benjolan pada kepala bagian belakang serta mulut mengeluarkan darah.

“Ada sekitar 11 saksi yang sudah kita periksa dan dari hasil otopsi terhadap almarhum diketahui ada luka bekas pukulan benda tumpul di bagian kepala,”pungkasnya. (mah/red)

Tinggalkan Balasan