oleh

RSUD Sumenep Fokus Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

SUMENEP, seputarjatim.com Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh.  Anwar Kabupaten Sumenep terus melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi melalui metode 5 momen dan 6 langkah cuci tangan.

Rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan, sangat rentan menjadi lokasi penularan bakteri atau virus. Untuk mencegahnya, RSUD Moh. Anwar Kabupaten Sumenep mengadakan training pencegahan dan pengendalian infeksi yang lebih dikenal dengan (PPI).

Setiap  tahun kegiatan ini dilakukan untuk seluruh karyawan. Tujuannya untuk menciptakan Zero Accident terjadinya kasus penularan virus di lingkungan rumah sakit.

“Rumah sakit itu pelayanan yang penuh resiko, ada dua jenis resiko yaitu resiko yang tampak dan resiko yang tidak tampak. Seperti bakteri di lingkungan rumah sakit ini, tidak terlihat dan bisa masuk ke siapa saja. Jadi setiap karyawan harus paham betul tentang pencegahannya,” kata dr. Erliyati M.Kes, Direktur RSUD Mohammad Anwar Sumenep, saat diwawancara melalui telepon, Sabtu, 05/10/2019.

dr. Suhartina, Kepala Bidang Evaluasi dan Informasi RSUD Mohammad Anwar Sumenep. (Farin/SJ Foto)

Terpisah, dr. Suhartina, Kepala Bidang Informasi dan Evaluasi RSUD Mohammad Anwar Sumenep menambahkan pentingnya menjaga kebersihan tangan dengan menerapkan metode 5 momen  dan 6 langkah mencuci tangan di lingkungan rumah sakit.

“Kunci yang paling penting adalah mencuci tangan. Petugas pelayanan, perawat, dan petugas lainnya wajib melakukan 5 momen. Pertama, sebelum menyentuh pasien. Kedua, sesudah melakukan tindakan kepada pasien. Ketiga, sebelum memeriksa pasien. Keempat, Sesudah  memeriksa pasien. Kelima, setelah menyentuh peralatan rumah sakit,” terangnya.

Langkah pencegahan penularan virus di rumah sakit menurut Suhartinah juga terus disosialisasikan kepada pengunjung rumah sakit utamanya keluarga pasien.

Training Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RSUD Mohammad Anwar Sumenep dilakukan setiap tahun. (Farin/ SJ Foto)

“Saya upayakan di semua ruangan akan diberi fasilitas cairan pencuci tangan atau hand sanitizer. Jadi tidak perlu ada kran air. Pengunjung bisa gunakan cairan tersebut. Karena pernah ada kejadian seorang pengunjung menderita sakit setelah menjenguk pasien yang terkena diare. Sepulangnya ke rumah ikut tertular diare. Maka dari itu, kami akan meminimalisir kejadian seperti itu,” imbuh Suhartinah.

Saat ini RSUD Mohammad Anwar Sumenep juga memberikan atensi khusus pada ruangan yang sangat rentan menjadi lokasi penularan infeksi dan virus. Diantaranya adalah ruang isolasi ruah sakit. Menurut Suhartina, para petugas termasuk keluarga pasien yang beraktifitas di ruang isolasi wajib dibekali safety protect.

”Jadi untuk ruangan yang berisiko tinggi misalkan pasien TBC kami jaga ketat. Tidak mungkin perawat menangani pasien dengan tangan kosong, tentu kita harus memakai alat pelindung diri. Seperti masker, pakaian pelindung, sepatu, dan lainnya,” pungkas dr. Suhartinah.(far/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *