Tanggulangi Kerusakan Tanah, Ganjar Creasi Kampanyekan Penggunaan Pupuk Hayati kepada Petani Cabai di Malang

- Redaksi

Jumat, 3 November 2023 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Kab. Malang, seputarjatim.com – Generasi Alumni Muda Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Airlangga (Unair) yang tergabung dalam sukarelawan Ganjar Creasi (G-Creasi) terus mengampanyekan penggunaan pupuk hayati kepada para petani di beberapa wilayah Jawa Timur (Jatim).

Foto Istimewa

Perwakilan Koordinator Ganjar Creasi Jatim Ahmad Anwar As Sidiq mengatakan pihaknya menggelar pelatihan pembuatan pupuk hayati untuk pembudidayaan cabai di Dusun Gedangan Kulon, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jatim, Kamis (2/11).

Menurut Anwar, pupuk hayati dapat menanggulangi kerusakan tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.

“Karena ketika petani menggunakan pupuk hayati, tanaman cabai dapat tumbuh bagus dan ramah lingkungan,” ucapnya.

Anwar menuturkan, setelah diberi pelatihan ini, petani cabai di Malang bisa membuat pupuk hayati sebagai pengganti pupuk kimia.

Baca Juga :  Ganjar Milenial Center Berikan Edukasi dan Softskill Tentang Petani di Malang

“Harapannya, para petani mengurangi pupuk kimia. Kemudian, beralih menggunakan pupuk hayati. Lebih-lebih dapat bernilai ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Gilang Ady Permana sebagai pemateri menjelaskan tentang pembuatan pupuk hayati, pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga, dan penanaman cabai.

“Dalam pelatihan pembuatan pupuk hayati, kami kenalkan pupuk hayati seperti apa karena berbeda dengan pupuk organik,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, Gilang juga menjelaskan manfaat dan kelebihan pupuk hayati yang berbahan dasar akar bambu, kecambah, air, pollard, air gula merah, dan dedak.

Bahan-bahan tersebut terhitung mudah didapat dan harganya murah jika dibandingkan dengan pupuk kimia sehingga lebih ekonomis. Kemudian, dampak dan manfaat penggunaan pupuk hayati ini sangat terasa.

“Kami kenalkan manfaatnya dan kelebihannya kepada masyarakat. Kami juga menyadarkan masyarakat bahwa kita harus memulai hidup sehat. Contohnya, mencampur sampah organik dan anorganik mengolahnya dari rumah untuk mengurangi dampak limbah masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Tak ingin terpecah belah, Hj Agustina poliana berikan materi wawasan "Toleransi dan Keberagaman"

Dia dan Ganjar Creasi terus berkomitmen memberikan ilmu dan wawasan kepada para petani terkait pemanfaatan pupuk hayati ini karena terinspirasi oleh sosok calon presiden (capres) Ganjar Pranowo.

Gilang juga berharap petani mulai menggunakan pupuk hayati yang ramah lingkungan agar kerusakan tanah tidak meluas.

“Harapannya, petani suatu saat bisa mengurangi minimal 50 persen penggunaan pupuk kimia,” tuturnya.

Diketahui, sejumlah petani cabai di Kabupaten Malang antusias mengikuti pelatihan budi daya cabai mulai cara menanam cabai yang baik hingga membuat pupuk hayati yang ramah lingkungan. (her/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musancab PDI Perjuangan Sumenep, Said Abdullah Tekankan Penguatan NU dan Solidaritas Sosial
Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal Konsolidasi Besar Menuju Pemilu 2029
DPRD Sumenep Dukung Pilkada Tidak Langsung, Klaim Bisa Putus Rantai Politik Uang
SPPG Matlabul Ulum Jambu Gagal Jalankan Program Mulia, MBG Diisi Makanan Tak Layak Konsumsi
Akis Jazuli Nahkodai NasDem Sumenep 2025–2029, Pelantikan Berbalut Budaya Madura Tegaskan Komitmen Perubahan
Sinergitas Pengawasan Jadi Nafas Baru Bawaslu Sumenep
Fraksi PKB DPRD Sumenep Siap Suarakan Kepentingan Rakyat
Fraksi PKB DPRD Sumenep Hadir Harlah Ke 27: Perkuat Komitmen Dukung Rakyat

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 16:53 WIB

Musancab PDI Perjuangan Sumenep, Said Abdullah Tekankan Penguatan NU dan Solidaritas Sosial

Minggu, 26 April 2026 - 15:42 WIB

Musancab PDIP Sumenep Jadi Titik Awal Konsolidasi Besar Menuju Pemilu 2029

Senin, 26 Januari 2026 - 12:41 WIB

DPRD Sumenep Dukung Pilkada Tidak Langsung, Klaim Bisa Putus Rantai Politik Uang

Rabu, 24 Desember 2025 - 12:32 WIB

SPPG Matlabul Ulum Jambu Gagal Jalankan Program Mulia, MBG Diisi Makanan Tak Layak Konsumsi

Senin, 17 November 2025 - 06:40 WIB

Akis Jazuli Nahkodai NasDem Sumenep 2025–2029, Pelantikan Berbalut Budaya Madura Tegaskan Komitmen Perubahan

Berita Terbaru