Unik, Program Bagi Arit di Masalembu

84
×

Unik, Program Bagi Arit di Masalembu

Sebarkan artikel ini
IMG 20200317 WA0113
BAGI ARIT GRATIS: Warga berkumpul di halaman rumah saat ikuti pembagian arit gratis yang dilakukan Kepala Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur. (foto: istimewa)

SUMENEP, seputarjatim.com- Program bagi-bagi arit. Unik, dan menarik. Inilah gerakan kemasyarakatan yang sedang dilakukan pemerintah Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur.

Bagi warga kebanyakan, bagi-bagi arit mungkin terkesan lucu. Namun di Desa Masalima, terobosan ini justru disambut antusiasme warga.

“Kita bagikan arit agar warga dapat lebih mudah bekerja. Terutama mereka yang bercocok tanam. Atau bagi peternak yang akan mencari pakan hewan. Arit di daerah kami menjadi alat kerja. Senang semua warga mendapat arit gratis,” terang Busari, Kepala Dusun Tengah, Desa Masalima.

Baca Juga :  Geger Warga Temukan Mayat Bayi di Saluran Air

Pembagian benda berbentuk setengah lingkaran ini menurut Busari dilakukan di setiap Dusun. “Namanya pembagian gratis ya ramai, mas. Tiap warga antri satu-satu bergiliran. Kalau di dusun saya total 200 arit yang dibagikan,”  imbuh Busari.

Terpisah, Darussalam, Kepala Desa Masalima mengaku program bagi-bagi arit adalah hasil musyawarah bersama seluruh perangkat desa.

“Saat ditanya apa yang menjadi kebutuhan terkini warga, dijawab arit. Karena untuk bekerja dan lain sebagainya. Maka kita putuskan itu. Kita anggarkan dan belanja arit. Seribu arit kita targetkan untuk dibagikan gratis,” terang Darussalam, Selasa, 17/03/2020.

Baca Juga :  Klaim Telah Melaksanakan Putusan Pengadilan, Kurniadi: Itu Bohong

Sebelumnya, aksi bagi-bagi arit yang dilakukan di Desa Masalima sempat viral dan menuai banyak komentar di masyarakat. Dalam foto yang beredar, tampak warga duduk dan berdiri memegang arit di tangan masing-masing.

“Saya pikir ada carok massal di Pulau Masalembu. Eh, ternyata bagi-bagi arit gratis. Ya bagus kalau begitu. Terobosan unik Kepala Desa Masalima,” komentar warganet di media sosial. (mg4/red)

 

Tinggalkan Balasan