Dugem Bebas di Mr. Ball, Satpol PP Sumenep Dituding Jadi Pelindung di Balik Layar

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 19:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

POSTER: Mr. Ball kembali menggelar acara 'DJ Dinda Birthday Party'  (Foto Istimewa)

POSTER: Mr. Ball kembali menggelar acara 'DJ Dinda Birthday Party' (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Tempat hiburan malam (THM) Mr. Ball kembali menuai sorotan setelah beredarnya poster acara ‘DJ Dinda Birthday Party’ yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026 malam.

Di tengah polemik dugaan pelanggaran aturan dan penolakan publik, event dugem tersebut justru tetap dipromosikan secara terbuka.

Dalam poster yang beredar, terlihat seorang DJ perempuan akan tampil dalam perayaan ulang tahun bertajuk hiburan malam di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agenda ini memperkuat dugaan bahwa operasional Mr. Ball Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih berjalan aktif khususnya pada malam hari.

Kondisi ini semakin memantik pertanyaan publik terkait konsistensi penegakan aturan di Kabupaten Sumenep, yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai religius dan norma sosial.

Ironisnya, di tengah mencuatnya polemik, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, justru diduga tutup mata. Sikap ini memperkuat kesan adanya pembiaran terhadap aktivitas yang diduga melanggar ketentuan.

Padahal, sebelumnya tempat tersebut disebut telah menerima teguran administratif hingga tiga kali. Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah tegas berupa penghentian operasional.

Baca Juga :  Mr. Ball Tak Kunjung Ditutup Meski Langgar Aturan, Satpol PP Sumenep Dinilai Mandul

Tokoh Pemuda Sumenep, Fathur Rahman, menilai keberlanjutan event DJ di Mr. Ball tersebut menjadi indikator lemahnya pengawasan aparat.

“Ini bukan sekadar hiburan biasa. Kalau event seperti ini tetap digelar di tempat yang sudah menuai penolakan dan diduga melanggar aturan, artinya ada yang tidak beres dalam pengawasan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa dugaan aktivitas dugem yang kerap dikaitkan dengan konsumsi minuman keras harus menjadi perhatian serius aparat.

“Kalau benar ada aktivitas seperti itu, maka ini sudah jelas bertentangan dengan nilai sosial masyarakat Sumenep. Tidak boleh ada ruang pembiaran,” tegasnya.

Fathur menambahkan, sikap diam aparat justru berpotensi memperkeruh situasi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

“Ketika laporan sudah ada, teguran sudah diberikan, tapi kegiatan masih jalan, publik wajar curiga. Ini bukan lagi soal satu tempat, tapi soal wibawa penegakan aturan,” tandasnya.

Bahkan pria berambut gondrung itu, melontarkan kritik lebih keras terhadap aparat penegak perda.

Baca Juga :  Ojung Tak Sekadar Tradisi, Kini Jadi Strategi Wisata Sumenep

“Kalau aktivitas dugem seperti ini terus berjalan tanpa tindakan, publik bisa menilai Satpol PP bukan lagi sebagai penegak aturan, tapi justru terkesan menjadi pelindung dugem di Mr. Ball,” pungkasnya.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Satpol PP Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, terus dilakukan, namun tidak diindahkan hingga berita ini ditayangkan. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Berita Terbaru