Bupati Bawa Pesan Persatuan di Puncak Perayaan Hari Jadi ke-757 Sumenep

- Redaksi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

BERBUSANA ADAT: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menyampaikan sambutan dalam Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 (Dok. Seputar Jatim)

BERBUSANA ADAT: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menyampaikan sambutan dalam Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 (Dok. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak masyarakat memperkuat persatuan, merawat keberagaman, dan menghidupkan semangat gotong royong sebagai modal utama membangun daerah.

Ajakan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep yang dikemas melalui Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026, di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (17/10) malam.

Menurutnya, peringatan hari jadi daerah tidak semestinya berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan membangun komitmen bersama demi kemajuan daerah. Semangat kebersamaan ini harus terus kita jaga dan wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Minggu (18/10/2026).

Ia menilai, perjalanan panjang Kabupaten Sumenep menyimpan nilai sejarah dan kebudayaan yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat.

Warisan tersebut, kata dia, perlu dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang sebagai pijakan membangun daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada program dan kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian, partisipasi, serta tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Hari Pahlawan, Walikota Risma Ajak Warga Meneladani Nilai Perjuangan

“Persatuan harus menjadi kekuatan utama kita. Masyarakat perlu terus menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan menghidupkan semangat gotong royong. Dengan kebersamaan, berbagai tantangan pembangunan akan lebih mudah dihadapi,” tegasnya.

Bupati dua periode tersebut juga menyoroti karakteristik Sumenep yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan dengan latar belakang sosial, budaya, serta tradisi masyarakat yang beragam.

Menurutnya, perbedaan bukanlah sekat pemisah, melainkan kekayaan yang harus dirawat untuk memperkuat persatuan.

“Perbedaan adalah kekayaan yang harus kita jaga bersama. Daratan dan kepulauan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kabupaten Sumenep. Dengan semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong, kita harus terus bergerak membangun daerah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ungkapnya.

Dalam konteks pembangunan, Fauzi menekankan pentingnya perhatian terhadap masyarakat di wilayah daratan maupun kepulauan.

Pemerataan pembangunan, menurutnya, menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan antardaerah.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, mulai dari mendukung program pemerintah, menjaga lingkungan, melestarikan budaya, hingga meningkatkan kepedulian sosial.

Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai unsur lainnya diperlukan untuk menjaga kesinambungan pembangunan di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Labeng Mesem Jadi Simbol Kepemimpinan, Bappeda dan BKPSDM Sumenep Sabet Best Booth di Madura Night Vaganza 2025

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar pembangunan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata. Hari Jadi ini harus menjadi pengingat bahwa kemajuan Sumenep merupakan tanggung jawab kita bersama,” bebernya.

Sementara itu, Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni dan budaya lokal.

Perpaduan tradisi sejarah dan pertunjukan musik tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan terhadap identitas budaya Sumenep.

Bagi pemerintah daerah, pelestarian budaya tidak hanya bertujuan mempertahankan tradisi, tetapi juga memperkuat identitas daerah dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Melalui peringatan Hari Jadi ke-757 ini, Pemkab Sumenep berharap semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk memperkuat solidaritas sosial, menjaga warisan budaya, serta mendukung pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kami, semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong semakin kuat dalam kehidupan masyarakat. Mari kita jadikan Hari Jadi Kabupaten Sumenep sebagai momentum untuk terus berkontribusi dan bersama-sama mewujudkan Sumenep yang unggul, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Kali Tembus KEN, Bupati Andalkan Musik Tong-Tong untuk Promosikan Budaya Madura
Pilkada 2029 Mulai Dipersiapkan, Pemkab Sumenep Rancang Dana Cadangan Rp75 Miliar
SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan
Hadapi Kekeringan, Khofifah Ajak Wabup Sumenep Gelar Shalat Istisqa, OMC Terus Dilakukan
Khofifah Indar Parawansa Bawa Paket Bantuan ke Sumenep, Rp50 Miliar Disiapkan untuk 50 Ribu Pelajar Jatim
Gubernur Jatim ke Sumenep Bawa Bantuan 1,5 Truk Aspal, Cukupkah untuk Jalan Berlubang?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Dua Kali Tembus KEN, Bupati Andalkan Musik Tong-Tong untuk Promosikan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Bupati Bawa Pesan Persatuan di Puncak Perayaan Hari Jadi ke-757 Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Pilkada 2029 Mulai Dipersiapkan, Pemkab Sumenep Rancang Dana Cadangan Rp75 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas

Berita Terbaru