RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan

- Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

FOKUS: Wakil Bupati (Wabup), Imam Hasyim saat membaca jawaban Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo terkait RAPBD Tahun Anggaran 2027 di ruang Rapat DPRD setempat (Dok. Seputar Jatim)

FOKUS: Wakil Bupati (Wabup), Imam Hasyim saat membaca jawaban Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo terkait RAPBD Tahun Anggaran 2027 di ruang Rapat DPRD setempat (Dok. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyiapkan sejumlah program prioritas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027, mulai dari pemberian insentif bagi 5.050 guru non-ASN, peningkatan infrastruktur kepulauan, hingga perluasan layanan air bersih.

Diketahui, total belanja daerah dalam rancangan anggaran tersebut diproyeksikan mencapai Rp1,99 triliun.

Komitmen itu disampaikan melalui jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sumenep dalam rapat paripurna pembahasan RAPBD 2027 di Ruang Paripurna DPRD Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, jawaban Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dibacakan oleh Wakil Bupati (Wabup), Imam Hasyim.

“Pemerintah Daerah menyambut baik seluruh catatan fraksi. Dinamika pemikiran yang disampaikan adalah modal penting untuk menyempurnakan alokasi anggaran agar lebih berkualitas, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata Wabup Sumenep, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga :  Gubernur Jatim ke Sumenep Bawa Bantuan 1,5 Truk Aspal, Cukupkah untuk Jalan Berlubang?

Dalam jawaban tersebut, pemerintah daerah menegaskan bahwa RAPBD 2027 diarahkan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan, sekaligus diselaraskan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17 Tahun 2026.

Pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp1,89 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp1,99 triliun. Adapun belanja modal direncanakan sebesar Rp101,17 miliar, belum termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK). Sementara itu, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) diperkirakan mencapai Rp126,2 miliar.

Di sektor pendidikan, Pemkab Sumenep mengakomodasi pemberian insentif bagi 5.050 guru non-ASN sebesar Rp1,5 juta.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan honor bagi guru ngaji di 350 SD dan 26 SMP negeri, serta rehabilitasi 38 lembaga pendidikan keagamaan dan 38 sekolah di wilayah daratan maupun kepulauan.

Pada sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Sumenep telah mencapai 99,94 persen atau sekitar 1,14 juta jiwa. Capaian tersebut mengantarkan Sumenep meraih UHC Award 2026 kategori Madya. Masyarakat juga dapat mengakses layanan kesehatan dengan menggunakan KTP atau kartu keluarga (KK), sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur jalan di wilayah kepulauan terus menjadi perhatian. Persentase jalan kepulauan yang ditangani meningkat dari 52 persen pada 2025 menjadi 54 persen pada 2026. Penanganan jalan menggunakan material cold mix dan hot mix, tanpa metode aspal bakar.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat kepulauan, Pemkab Sumenep telah mengoperasikan dua kapal tanker sejak 2023 untuk melayani wilayah Sapudi dan Sapeken. Pada 2027, pemerintah berencana menambah layanan serupa untuk Gili Iyang, Giligenting, dan Gili Raja.

Baca Juga :  Khofifah Indar Parawansa Bawa Paket Bantuan ke Sumenep, Rp50 Miliar Disiapkan untuk 50 Ribu Pelajar Jatim

Di bidang ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Sumenep pada 2025 tercatat sebesar 1,64 persen, terendah kedua di Jawa Timur.

Untuk mempertahankan capaian tersebut, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah strategi pada 2027, di antaranya penyelenggaraan job fair yang melibatkan 35 perusahaan dengan total 1.230 lowongan kerja, serta pelatihan berbasis sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi 152 orang.

Selain itu, upah minimum kabupaten (UMK) Sumenep tercatat sebesar Rp2.553.688, menjadikannya yang tertinggi di wilayah Madura.

Dukungan terhadap sektor perikanan juga masuk dalam agenda pemerintah daerah. Pada 2027, nelayan direncanakan menerima bantuan perahu, disertai program asuransi bagi 2.000 orang.

Di sisi lain, Pemkab Sumenep juga menaruh perhatian pada pembenahan badan usaha milik daerah (BUMD), termasuk PD Sumekar dan PT Sumekar. Perbaikan manajemen dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kinerja dan kontribusi perusahaan daerah terhadap perekonomian.

Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), pemerintah menegaskan optimalisasi penerimaan tidak dilakukan dengan menaikkan pajak. Langkah yang ditempuh antara lain melalui pemutakhiran data wajib pajak dan perluasan sistem pembayaran nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Ini wujud komitmen bersama menjaga akuntabilitas dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah,” tandasnya.

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Zainal Arifin, didampingi para wakil ketua DPRD. Kegiatan itu dihadiri pimpinan dan anggota DPRD dari tujuh fraksi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, asisten Sekda, kepala dinas, badan dan bagian, camat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, wartawan, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM). (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bahas APBD 2027, DPRD Sumenep Siapkan Arah Pembangunan Daerah
Usai Dilantik, Wabup Sumenep Minta 129 Kepala Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Kuasai Teknologi
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan
DPMD Sumenep Petakan Kesiapan Desa Terapkan E-Voting Jelang Pilkades 2027
DPRD Sumenep dan Pemkab Sepakati 8 Raperda, Siap Masuk Tahap Registrasi
Pemkab Sumenep Boyong Tiga Penghargaan Syariah Award Jawa Timur sebagai Juara 1
35 Perusahaan Ramaikan Sumenep Job Fair 2026, Akses Lowongan Kerja Dibuka Lebar
Wabup Sumenep Lantik Pejabat Baru, Amanah Jabatan Harus Dibuktikan Lewat Pelayanan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:03 WIB

RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Bahas APBD 2027, DPRD Sumenep Siapkan Arah Pembangunan Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Usai Dilantik, Wabup Sumenep Minta 129 Kepala Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Kuasai Teknologi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan

Rabu, 30 September 2026 - 15:01 WIB

DPMD Sumenep Petakan Kesiapan Desa Terapkan E-Voting Jelang Pilkades 2027

Berita Terbaru

SERIUS: Suasana rapat paripurna yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2027 di DPRD Kabupaten Sumenep (Dok. Seputar Jatim)

Pemerintahan

Bahas APBD 2027, DPRD Sumenep Siapkan Arah Pembangunan Daerah

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:34 WIB