Tambang Galian C Ilegal Diduga Jadi Biang Kerok Banjir di Sumenep, Puluhan Rumah Warga Terendam

- Redaksi

Selasa, 13 Mei 2025 - 20:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TINGGI: Potret Luapan Air di Sungai Kebonagung Sumenep (Doc. Istimewa)

TINGGI: Potret Luapan Air di Sungai Kebonagung Sumenep (Doc. Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Hujan deras yang mengguyur di Wilayah Sumenep, Madura, Jawa Timur, beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah titik hingga aktivitas masyarakat terganggu.

Bahkan, dibeberapa daerah terutama di kawasan daratan rendah dan dekat aliran sungai yang sebelumnya aman dari luapan air, kini ikut terdampak.

“Dulu sebelum ada tambang, banjir jarang terjadi. Tapi sekarang setiap musim hujan, air langsung masuk rumah,” kata warga asal Kecamatan Batuan, Jufri, Selasa (13/5/2025)

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia pun meminta pemerintah daerah untuk mengevaluasi dan menertibkan izin tambang Galian C yang berada di wilayah rawan bencana.

Saat ini, pihaknya membutuhkan langkah cepat untuk normalisasi sungai dan rehabilitasi daerah tangkapan air agar bencana serupa tidak terulang.

“Banjir yang melanda Sumenep menjadi peringatan serius akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Jika ini dibiarkan, banjir bukan hanya menjadi bencana rutin, tapi juga ancaman serius bagi keselamatan warga,” ujarnya.

Rumah warga terendam banjir (Doc. Seputar Jatim)

Sementara itu, Komisi III Anggota DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid menyebutkan, bahwa selain curah hujan tinggi, juga adanya aktivitas Tambang Galian C yang turut memperparah kondisi banjir.

“Kerusakan lingkungan akibat Galian C membuat tanah tidak mampu lagi menyerap air secara optimal. Aliran air yang mestinya tertahan dan meresap justru langsung mengalir deras ke permukiman,” katanya.

Baca Juga :  DKUPP Sumenep Bakal Lakukan Revitalisasi 12 Kios Baru di Pasar Anom

Menurutnya, Tambang Galian C yang berada di wilayah perbukitan Sumenep ini diduga telah mengubah struktur tanah dan menyebabkan sedimentasi di sungai-sungai sekitar.

Akibatnya, kata dia, kapasitas tampung sungai menurun dan memicu luapan air saat hujan turun deras.

“Saat ini situasinya sudah darurat. Banjir pun kini tidak hanya terjadi di pusat perkotaan, seperti Jl Trunojoyo, sekitar Museum, Taman Bunga, dan Jl Pabian, tapi juga meluas ke daerah penyangga seperti Desa Kebonagung, Batuan, Babbalan, hingga Patean,” bebernya.

Ia menekankan, bahwa persoalan banjir ini tidak cukup ditangani dari sisi hilir saja, seperti perbaikan drainase.

Lanjut politisi dari Fraksi PKB itu menegaskan, bahwa akar masalah berada di hulu, terutama buruknya tata kelola lingkungan.

“Kondisi daerah resapan air di Batuan sudah sangat minim, akibat aktivitas tambang galian C ilegal. Dulu di beberapa daerah ini aman dari banjir, sekarang justru menjadi salah satu yang paling parah. Tanpa area resapan, air hujan langsung berubah menjadi air bah,” pungkasnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Berita Terbaru