Hadapi Kekeringan, Khofifah Ajak Wabup Sumenep Gelar Shalat Istisqa, OMC Terus Dilakukan

- Redaksi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

DUDUK: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat berkomunikasi dengan Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim (kanan) di sela kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur (Mufti Che - Seputar Jatim)

DUDUK: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat berkomunikasi dengan Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim (kanan) di sela kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur (Mufti Che - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, untuk melaksanakan Shalat Istisqa sebagai salah satu ikhtiar spiritual dalam menghadapi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Sumenep, baik daratan maupun kepulauan.

Selain melalui doa bersama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga melakukan berbagai upaya untuk mengatasi krisis air, mulai dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pemetaan sumber air potensial, pembangunan sumur bor, hingga pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak.

Khofifah menjelaskan, Operasi Modifikasi Cuaca telah dilakukan sejak 6 September. Upaya tersebut dilaksanakan dengan mempertimbangkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai titik-titik awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak 6 September, kita melakukan OMC, Operasi Modifikasi Cuaca. Kalau BMKG bilang ini ada titik-titik awan, nah sudah kita akan mengikuti dengan operasi modifikasi cuaca. Sudah turun sejauhnya hujan ringan sampai dengan sedang,” ujarnya, usai mengelilingi stan bantuan dalam kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur, yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga :  Gubernur Jatim ke Sumenep Bawa Bantuan 1,5 Truk Aspal, Cukupkah untuk Jalan Berlubang?

Di tengah upaya tersebut, Khofifah juga meminta Wakil Bupati Sumenep, untuk mengajak masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon turunnya hujan yang membawa rahmat dan manfaat.

Ajakan ini menjadi perhatian di tengah kondisi kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kekeringan dan kepulauan yang menghadapi tantangan akses air.

“Kita juga meminta Shalat Istisqa ya kawan-kawan. Jadi nanti juga Pak Wabup, setiap Jumat ini saya minta tolong, setelah Shalat Jumat dilanjutkan dengan Shalat Istisqa, memohon hujan yang menjadi rahmat dan manfaat,” katanya.

Selain melalui pendekatan spiritual, pemerintah juga berupaya mengidentifikasi sumber-sumber air yang berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemetaan dilakukan dengan mempertimbangkan jarak sumber air, titik strategis penyaluran, serta kemungkinan pembangunan sumur bor.

Khofifah mencontohkan, terdapat sumber air dengan jarak hingga 17 kilometer, dari kawasan Arjuno menuju Singosari. Selain itu, ada pula sumber air dengan jarak 16 kilometer dan 11 kilometer yang menjadi pertimbangan dalam upaya pemenuhan kebutuhan air.

“Ada yang 17 kilometer, itu yang dari Arjuno sampai ke Singosari. Ada 16, ada 11 kilometer. Mana titik strategis yang airnya bisa ditarik, untuk sumur mana yang memungkinkan untuk dilakukan sumur bor. Jadi sinergi kita semuanya,” jelasnya.

Di sisi lain, pendistribusian air bersih juga terus dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air. Khofifah menyebut, jumlah kabupaten/kota di Jawa Timur yang masuk kategori krisis air dan telah menetapkan status tanggap darurat bertambah dari 24 menjadi 25 daerah.

“Kita juga dropping air bersih. Nanti mungkin kita bisa sama-sama melihat dropping air bersih. Karena ada 25 kabupaten kota, tadinya 24, sekarang tambah satu, 25 kabupaten kota yang kategori krisis air dan kemudian mengeluarkan SK tanggap darurat,” ungkapnya.

Khofifah berharap berbagai langkah tersebut dapat berjalan beriringan, baik melalui upaya teknis pemerintah maupun ikhtiar spiritual masyarakat. Sinergi antarpihak dinilai penting untuk menghadapi dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.

Baca Juga :  Dorong Pedagang Pasar Lebih Berkembang, BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Berani Mekar

Ia pun berharap hujan segera turun di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Sumenep, sehingga dapat membantu mengatasi kekeringan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tentu kita mohon pada Allah dari apa Shalat Istisqa dan Operasi Modifikasi Cuaca, harapan kita Allah menurunkan segera hujan yang memberi rahmat dan manfaat. Amin,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Khofifah Indar Parawansa Bawa Paket Bantuan ke Sumenep, Rp50 Miliar Disiapkan untuk 50 Ribu Pelajar Jatim
Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Hadapi Kekeringan, Khofifah Ajak Wabup Sumenep Gelar Shalat Istisqa, OMC Terus Dilakukan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Khofifah Indar Parawansa Bawa Paket Bantuan ke Sumenep, Rp50 Miliar Disiapkan untuk 50 Ribu Pelajar Jatim

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Berita Terbaru