Home / Tak Berkategori

Petani Risau Harga Tembakau

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2020 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani sedang memanen tembakau. (Dok/SJ Foto)

Petani sedang memanen tembakau. (Dok/SJ Foto)

SUMENEP, seputarjatim.com- Para petani tembakau di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, risau dengan tren merosotnya harga tembakau di pasaran. Petani mengaku belum adanya standar harga membuat harga daun emas itu kerap berubah-ubah.

“Tidak ada regulasi yang menjelaskan itu. Karenanya harga tembakau dipatok oleh pabrikan. Ini masalahnya,” kata Subaidi, Ketua Komisi II DPRD Sumenep.

Baca Juga :  Babak Pertama, Madura United Unggul 1-0 Atas Semen Padang

Saat ini menurut Subaidi, pihak legislatif terus mendorong pemerintah kabupaten Sumenep agar mendesak kalangan pabrikan guna memberikan harga yang menguntungkan petani.

“Di daerah penghasil tembakau lainnya juga sama. Tidak ada standarisasi harga. Ini yang jadi pemicu naik turunnya harga,” imbuhnya.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Kemendes PDTT-Puskesmas Pamolokan Gelar Pelatihan Pengembangan SDM

Komisi II DPRD berjanji terus mengawal penentuan harga tembakau di pasaran. Seperti diketahui, saat ini sebagian petani di Kabupaten Sumenep mulai melakukan panen tembakau. Setelah dipetik dan dirajang, daun tembakau dijual ke sejumlah gudang di Kota di Kota Sumenep. (Mg3/red)

 

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Sumenep Bahas LKPJ 2025, Dorong Penguatan PAD, Pemerataan hingga Layanan Kesehatan
Momentum HAKIN 2026, KI Sumenep Siap Perkuat Peran Strategis Media
Lewat JMS, Kejari Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Bahaya Hoaks hingga Doxxing
PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain
Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media
Dana Desa Hak Masyarakat, Bupati Sumenep Tegaskan Kades Wajib Kelola Transparan
Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru
2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:40 WIB

DPRD Sumenep Bahas LKPJ 2025, Dorong Penguatan PAD, Pemerataan hingga Layanan Kesehatan

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

Momentum HAKIN 2026, KI Sumenep Siap Perkuat Peran Strategis Media

Kamis, 30 April 2026 - 09:38 WIB

Lewat JMS, Kejari Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Bahaya Hoaks hingga Doxxing

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain

Selasa, 28 April 2026 - 19:38 WIB

Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media

Berita Terbaru