Demi Bangun Masa Depan Lewat Tradisi, Festival Tete di Sumenep Resmi Digelar

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEPUK TANGAN:Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, saat memukul gong sebagai simbolis pembukaan festival tete masa (SandiGT - Seputar Jatim)

TEPUK TANGAN:Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, saat memukul gong sebagai simbolis pembukaan festival tete masa (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Festival Tete Masa di Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi digelar sebagai meneguhkan langkah untuk membangun masa depan lewat tradisi.

Festival agrikultural yang tak hanya merayakan budaya menanam ini juga menyematkan harapan baru tentang siapa yang akan menjaga sawah ketika generasi lama mulai lelah.

Camat Bluto, Arman Mustofa mengatakan, bahwasa ini bukan sekadar festival, tapi pernyataan sikap terhadap realitas hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertanian kehilangan pemuda, desa kehilangan semangatnya, dan budaya perlahan ditinggalkan. Melalui festival ini, pemuda ingin memulainya kembali dari sawah,” ujarnya. Selasa (15/7/2025).

Baca Juga :  Puluhan Masyarakat Sumenep Dapat Bantuan Becak Listrik dari Prabowo Subianto

Ia tidak ingin Saronggi hanya menjadi catatan dalam sejarah pertanian Madura. Pihaknya ingin Saronggi menjadi contoh bahwa pertanian bisa maju, menarik, dan tetap menghormati nilai-nilai lokal.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Ainur Rasyid menyampaikan Tete Masa ini menanam bersama di awal musim bagaimana hidup selaras dengan alam, kerja kolektif, serta kesadaran bahwa keberlimpahan tidak lahir dari individu, melainkan dari kebersamaan.

Menurutnya, festival ini berusaha menghidupkan kembali suasana itu, tidak hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai ajakan, mari kembali menanam, mari bersama menjaga tanah.

“Salah satu tujuan utama Festival Tete Masa Nabur Belta adalah menarik kembali minat generasi muda pada dunia pertanian. Sebuah tantangan yang tidak mudah, di tengah anggapan umum bahwa bertani identik dengan kemiskinan dan keterbelakangan,” bebernya.

Namun, lanjut dia, pihaknya percaya bahwa nilai budaya harus diramu dengan inovasi dan pendidikan. Maka dari itu, festival ini tidak hanya menyuguhkan atraksi budaya, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi pertanian modern.

“Dari teknik tanam organik, pengenalan pupuk hayati, hingga pemanfaatan teknologi pertanian sederhana yang bisa diterapkan oleh petani desa,” imbuhnya.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Perketat Pelaksanaan SPMB, Sekolah Wajib Transparan dan Bebas Intervensi

Di samping itu, Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim menyatakan, bahwa pihaknya tidak sedang mengulang masa lalu, tapi menjadikannya fondasi.

“Pemuda tidak akan tertarik jika hanya disuruh pegang cangkul. Kita harus beri mereka visi bahwa bertani bisa modern, berdaya, dan membanggakan,” tegasnya.

Ia menekankan, festival ini juga menjadi semacam diplomasi budaya Saronggi dalam menyuarakan pentingnya kedaulatan pangan yang dimulai dari desa.

“Dengan semakin banyak lahan pertanian di Madura yang beralih fungsi menjadi permukiman atau industri, Festival Tete Masa Nabur Belta menandai sikap tegas bahwa tanah subur harus dipertahankan untuk menanam pangan, bukan hanya beton dan aspal,” tukasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep
Festival Musik Tong-Tong Masuk KEN 2025, Disbudporapar Sumenep Siap Tampilkan Budaya Sumenep Tingkat Nasional
38 Grup Meriahkan Festival Musik Tong Tong se-Madura 2025
Resmi Digelar, MEC 2025 di Sumenep Jadi Ruang Baru Bagi Kreator Kostum Karnival
Puluhan Komunitas Seni Siap Ambil Bagian pada Pagelaran MEC 2025 di Sumenep

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 14:25 WIB

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:53 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:02 WIB

Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

Minggu, 19 Oktober 2025 - 10:22 WIB

Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep

Minggu, 19 Oktober 2025 - 10:04 WIB

Festival Musik Tong-Tong Masuk KEN 2025, Disbudporapar Sumenep Siap Tampilkan Budaya Sumenep Tingkat Nasional

Berita Terbaru