Pulau Masakambing, Eksotika Kakatua Jambul Kuning

- Redaksi

Senin, 24 Juni 2019 - 11:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Sepasang kakatua jambul kuning mini, bertengger di pepohonan Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu, Sumenep-Jatim.

Sepasang kakatua jambul kuning mini, bertengger di pepohonan Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu, Sumenep-Jatim.

Sumenep, seputarjatim.com- Kakatua Jambul Kuning Mini (Cacatua Sulphurea Abbotti) menjadi satwa endemik yang sebaran habitatnya berada di Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur.

Warga dan burung paruh bengkok ini telah hidup berdampingan selama puluhan tahun.

Banyaknya Pohon kelapa yang tumbuh di Pulau ini bernilai penting bagi sang kakatua. Burung Kakatua memanfaatkannya sebagai salah satu sumber pakan dan minum serta rumah tidur.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya pelestarian telah dilaksanakan Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama pihak terkait, berupa monitoring populasi, pembinaan habitat, perlindungan dan pengamanan kakatua jambul kuning, serta pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Begini Langkah Gus-Gus Jatim Pendukung Ganjar Atasi Kelangkaan Air di Ponpes Darul Hikam Ponorogo

Daeng Usman, petugas BKSDA yang tinggal di Pulau ini mengatakan, saat ini ada 24 ekor burung Kakatua yang hidup berpasang-pasangan. Kakatua memanfaatkan pucuk-pucuk pohon kelapa sebagai sarang.

“Kalau monitoring saya keliling kasih pengertian warga, agar kakatua di masakambing ini tetap lestari. Karena jenis kakatua di masakambing ini satu satunya di dunia, Pak.” tandasnya

Pihak BKSDA Jawa Timur bekerjasama dengan pihak desa juga gencar lakukan sosialisasi, untuk mengajak peran serta warga sekitar merawat dan menjaga keberadaan burung langka tersebut.

Baca Juga :  Slank, Jamrud, Dewa Budjana, dan Sederet Artis Ternama Bakal Tampil Bareng di Pandaan

“Ya karena tidak ada di daerah lain, saya seneng  sama kakatua disini. Ini saya merawat seekor Kakatua yang kakinya sakit,” ujar Zuhiyah salah seorang warga.

Untuk menuju ke Pulau Masakambing dibutuhkan sekitar 15 jam perjalanan laut, dari pelabuhan Kalianget, Sumenep. Setelah tiba di pelabuhan Masalembu, perjalanan masih akan dilanjutkan menuju ke Pulau Masakambing dengan jarak tempuh selama 4 jam, dengan menggunakan perahu tradisional. (dik/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Toko Kelontong Madura di Yogyakarta Memanas, KMY Kawal Pemeriksaan dan Tempuh Jalur Hukum
Dari Ponsel Sederhana ke Gerakan Sosial, Abdul Aziz di Purbalingga Angkat Martabat Kaum Pekerja
Produk UMKM Sumenep Dibawa KEI ke Yogyakarta, Buka Peluang Pasar Baru
Kena Tipu Saat Kirim Barang, Ketum IWO Desak Pertanggungjawaban PT Indah Logistik
Al-Quran Diduga Jadi Materi Promosi Alkohol, Wamenag: Harus Ada Konsekuensi Tegas
Jelang HUT ke 14, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah 16 
Jelang Pemeliharaan Oprit Jembatan, Hutama Karya Uji Skema Contraflow di Tol Binjai-Langsa
Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Polemik Toko Kelontong Madura di Yogyakarta Memanas, KMY Kawal Pemeriksaan dan Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Dari Ponsel Sederhana ke Gerakan Sosial, Abdul Aziz di Purbalingga Angkat Martabat Kaum Pekerja

Sabtu, 19 September 2026 - 09:40 WIB

Produk UMKM Sumenep Dibawa KEI ke Yogyakarta, Buka Peluang Pasar Baru

Rabu, 16 September 2026 - 16:38 WIB

Kena Tipu Saat Kirim Barang, Ketum IWO Desak Pertanggungjawaban PT Indah Logistik

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Al-Quran Diduga Jadi Materi Promosi Alkohol, Wamenag: Harus Ada Konsekuensi Tegas

Berita Terbaru