Pemkab Sumenep Kirim Perdana 24,1 Ton Energi dari Sampah, Tonggak Baru Menuju Kabupaten Hijau

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025 - 14:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

SENANG: Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, saat melepas perdana pengiriman sampah RDF sebanyak 24,1 ton (SandiGT - Seputar Jatim)

SENANG: Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, saat melepas perdana pengiriman sampah RDF sebanyak 24,1 ton (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi menandatangani kerja sama dan melepas pengiriman perdana 24,1 ton Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif hasil olahan sampah ke PT Solusi Bangun Indonesia (SBI).

Langkah ini menjadi tonggak bersejarah bagi Sumenep karena berhasil mengubah sampah yang selama ini menjadi masalah sosial dan lingkungan menjadi sumber energi bernilai ekonomis.

Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, menegaskan bahwa pengelolaan sampah telah menjadi fokus serius pemerintah daerah. Kerja sama pengiriman RDF tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemkab dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada yang mustahil kalau kita mau berikhtiar. Kerja sama ini bukan hanya soal pengelolaan sampah, tetapi juga bagian dari upaya membangun masa depan Sumenep yang berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Baca Juga :  UMKM Sumenep Serap Separuh Tenaga Kerja, Pemkab Dorong Legalitas dan Digitalisasi Usaha

Menurutnya, langkah ini tidak hanya memperkuat upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah sebagai energi alternatif.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyoroti pentingnya penanganan sampah di wilayah kepulauan. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk tidak hanya fokus di daratan, tetapi juga memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan di pulau-pulau yang masih minim fasilitas.

“Saya sudah sampaikan kepada Plt Kepala DLH agar persoalan sampah di kepulauan menjadi prioritas. Di sana, tumpukan sampah juga cukup banyak dan butuh solusi nyata,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), Edi Sarwono, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama antara Pemkab Sumenep dan SBI merupakan langkah nyata menuju pembangunan hijau yang ramah lingkungan.

“Kalau dulu sampah identik dengan sesuatu yang kotor dan menjijikkan, kini justru memberi manfaat. RDF membuktikan bahwa sampah bisa menjadi sumber energi alternatif yang nyata,” katnya.

Ia menjelaskan, RDF digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen. Selain membantu mengurangi timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pemanfaatan RDF juga menekan emisi karbon dari industri.

“Ini contoh baik sinergi antara industri dan pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan limbah sekaligus mendukung energi terbarukan,” ujarnya.

Edi menambahkan, PT SBI tetap berkomitmen menjalankan tiga pilar utama perusahaan: bisnis, lingkungan, dan manusia. Melalui penggunaan RDF, perusahaan menunjukkan dukungan terhadap ekonomi sirkular dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Bongkar Asmara Gelap ASN Disdik Sumenep, Suami: Sudah Pernah Selingkuh, Kini Terulang Lagi

“RDF tidak hanya membantu menekan volume sampah, tapi juga berkontribusi besar dalam penyediaan energi alternatif bagi industri. Sinergi ini membawa manfaat nyata bagi semua pihak,” pungkasnya. (Sand/EM)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar
Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar

Berita Terbaru