SUMENEP, Seputar Jatim – Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 IWO, yang biasa dirayakan setiap tanggal 8 Agustus.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Sumenep. Hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Sumenep sekaligus Dewan Penasihat IWO Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, serta sejumlah ketua asosiasi media dan wartawan di Kabupaten Sumenep.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan sinergi antara insan pers dengan Polresta Sumenep dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
HUT ke-14 IWO tahun ini mengusung tema “Pers Merdeka, Demokrasi Bermartabat.” Tema tersebut menjadi penegasan bahwa pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan bertanggung jawab, sekaligus ikut menjaga kehidupan demokrasi yang sehat.
Ketua IWO Kabupaten Sumenep, Imam Musta’in Ramli, mengatakan peringatan HUT ke-14 bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membangun kemitraan yang sehat dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian.
“Bagi kami, kegiatan hari ini bukan sekadar syukuran ulang tahun organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan sinergi antara IWO Kabupaten Sumenep dengan Polresta Sumenep,” ujarnya, Rabu (13/8/2026).
Menurutnya, kepolisian dan pers memang memiliki ruang kerja yang berbeda. Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keamanan, ketertiban, dan kepercayaan publik.
“Pers membutuhkan keterbukaan informasi, sementara kepolisian juga membutuhkan media sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan mencerdaskan masyarakat,” katanya.
Imam menegaskan, kemitraan tersebut harus tetap berjalan dengan menghormati independensi pers dan profesionalisme masing-masing pihak.
“Pers tetap merdeka dalam menjalankan fungsi jurnalistik, sementara kemitraan tetap dibangun dalam semangat profesionalisme dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Dewan Penasihat IWO Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, mengapresiasi pelaksanaan HUT ke-14 tersebut.
Menurutnya, momentum ulang tahun IWO harus menjadi kesempatan untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme wartawan.
“Pers mempunyai posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa wartawan tidak hanya dituntut menyajikan informasi secara cepat, tetapi juga harus mengedepankan akurasi, keberimbangan, verifikasi, serta kepentingan publik.
Ia berharap IWO Kabupaten Sumenep ke depan semakin mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah melalui produk jurnalistik yang kritis, konstruktif, edukatif, dan bertanggung jawab.
Di sisi lain, Kapolresta Sumenep, Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, menilai keberadaan media memiliki peran strategis dalam membantu kepolisian menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekaligus membantu mencegah penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Media memiliki peran strategis dalam membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, media dapat memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang dapat memicu keresahan maupun gangguan Kamtibmas,” ujarnya.
Kapolresta menegaskan, sinergi antara kepolisian dan insan pers perlu terus diperkuat, terutama dalam penyampaian informasi yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami berharap hubungan baik dengan insan pers terus terjaga. Kepolisian membutuhkan media sebagai mitra strategis untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga dan memelihara Kamtibmas di Kabupaten Sumenep,” harapnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang terbuka antara kepolisian dengan media.
Menurutnya, hubungan yang baik dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
“Polri memiliki tugas menjaga Kamtibmas, sementara pers memiliki fungsi memberikan informasi kepada masyarakat. Jika komunikasi dan koordinasi berjalan baik, tentu akan memberikan dampak positif bagi terciptanya situasi Sumenep yang aman, kondusif, dan nyaman,” tutupnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com










