PAMEKASAN, Seputar Jatim – Kesadaran menjaga kesehatan jantung menjadi perhatian dalam peringatan Hari Jantung Sedunia 2026, ratusan warga mengikuti rangkaian edukasi, pemeriksaan kesehatan gratis hingga praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut digelar SMF Kardiologi RSUD Smart Pamekasan dengan menggandeng Klinik Utama Vitria Medika dan IDI Pamekasan. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan diisi dengan senam jantung sehat bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, seminar kesehatan untuk masyarakat awam hingga konsultasi dokter.
Melalui layanan pemeriksaan gratis, masyarakat dapat mengetahui sejumlah indikator kesehatan dasar, seperti tekanan darah dan gula darah. Peserta juga mendapatkan skrining kegemukan melalui pengukuran Body Mass Index (BMI) dan lingkar perut.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya pemeriksaan, kegiatan tersebut juga menitikberatkan pada edukasi agar masyarakat lebih mengenali risiko penyakit jantung sejak dini.
Seminar awam menghadirkan dr. Vitriyaturrida, Salah satu materi yang disampaikan berkaitan dengan program MENARI (Meraba Nadi Sendiri) yang menjadi bagian dari imbauan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).
Gerakan tersebut ditujukan sebagai langkah sederhana untuk membantu masyarakat mengenali kemungkinan adanya gangguan irama jantung, seperti denyut jantung yang terlalu lambat, terlalu cepat maupun irama yang tidak teratur.
Selain itu, peserta mendapatkan edukasi mengenai BTC (Body Transformation Challenge) sebagai upaya mencegah obesitas atau kegemukan. Kondisi tersebut diketahui menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Materi lainnya yakni Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat awam yang disampaikan dr. Harris Kristanto, bersama sejawat dari IDI Pamekasan.
Peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung pijat jantung menggunakan manekin. Praktik tersebut memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai langkah dasar pertolongan dalam kondisi kegawatdaruratan.
Owner Klinik Utama Vitria Medika, dr. Vitriyaturrida, mengatakan, momentum Hari Jantung Sedunia menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini.
Menurutnya, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia sehingga masyarakat perlu lebih mengenali kondisi tubuh dan faktor risikonya.
“Peganglah dada kiri kita masing-masing bahwa didalamnya ada organ yang tiap saat berdetak, sehingga lebih peduli menjaga kesehatan jantung kita. Caranya dengan mengenali faktor resiko tubuh kita (hipertensi, diabetes, kolesterol, merokok, genetik), rajin skrining/cek up dan komitmen pada diri sendiri agar makan lebih sehat, aktif berolahraga, hindari rokok, kelola stres dan hiduplah lebih lama,” ujarnya, Minggu (27/9/2026).
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah tersebut juga menekankan bahwa Hari Jantung Sedunia harus menjadi momentum untuk kembali menyadari bahwa setiap detik kehidupan sangat berharga.
Menjaga kesehatan jantung, kata dia, pada dasarnya juga merupakan bagian dari upaya menjaga kehidupan.
“Jaga jantung mulai sekarang. Jangan menunggu sakit. Inilah semangat yang saya ingin bawa di hari jantung sedunia bahwa perubahan pola hidup sehat dan kelola stres bisa menyelamatkan jutaan nyawa. Sayangi jantungmu untuk menjaga kesehatan keluarga dan orang lain,” katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Ratusan warga Pamekasan mengikuti senam bersama sekaligus memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Ketua PKK Pamekasan yang juga Ibu Wakil Bupati Pamekasan, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Smart dr. Syaiful, Direktur RS M Noer, Direktur RS Larasati, Direktur RS Kusuma, Direktur RS Asyifa, Ketua IDI Pamekasan serta perwakilan IDI.
Hadir pula Kepala Kantor Imigrasi Kabupaten Pamekasan, Direktur Klinik Vitria Medika, sejumlah komunitas STI, Himpunan Wanita Karya, Senam Lansia, Kerta Wredatama, Al Hidayah dan Yayasan Jantung Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan jantung, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. (EM)
*
Penulis : EM
Editor : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com










