JOMBANG, Seputar Jatim -Semangat menuntut ilmu dan keberanian mengembangkan potensi diri mengantarkan Syahrini Firotul Irfah meraih prestasi membanggakan.
Mahasiswi semester 1 STIKES Husada Jombang itu berhasil meraih predikat Peserta Terbaik Putri dalam kegiatan Pengaderan Anggota Baru (PAB) ke-VIII Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) Wilayah Jombang.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Syahrini di awal perjalanannya sebagai mahasiswa.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghargaan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kedisiplinan, semangat belajar, dan keberanian mengambil kesempatan untuk mengembangkan diri melalui kegiatan organisasi.
Bagi Syahrini, pengaderan bukan sekadar proses mengenal organisasi, melainkan juga ruang pembelajaran untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa tanggung jawab, mempererat kebersamaan, serta melatih jiwa kepemimpinan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga bisa meraih predikat Peserta Terbaik Putri dalam PAB ke-VIII FKMSB Wilayah Jombang. Pengalaman ini memberikan banyak pelajaran berharga, terutama tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan pentingnya menjalani setiap proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).
Ia mengungkapkan, pencapaian tersebut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan memperluas pengalaman selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu aktif mengikuti kegiatan organisasi sebagai sarana membangun karakter, memperluas wawasan, dan meningkatkan keterampilan sosial.
“Saya berharap prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berkembang, baik dalam bidang akademik maupun organisasi. Saya ingin terus belajar, memperbaiki diri, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya, alumni Pondok Pesantren Nurur Rahmah itu.
Lebih lanjut ia juga mengajak para mahasiswa santri agar tidak ragu mengembangkan potensi diri dan berani mengambil peluang untuk meraih prestasi.
Baginya, latar belakang pesantren bukanlah penghalang untuk maju, melainkan bekal berharga dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Jangan pernah takut mencoba dan jangan merasa minder karena berasal dari pesantren. Santri juga memiliki kesempatan untuk berkembang, berorganisasi, dan meraih prestasi. Teruslah belajar, jaga akhlak, berani berproses, dan jangan mudah menyerah dalam mengejar cita-cita,” pungkasnya.
Prestasi Syahrini menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren dapat berjalan beriringan dengan pendidikan tinggi dan pengembangan kapasitas diri. Nilai-nilai kedisiplinan, akhlak, dan semangat menuntut ilmu yang ditanamkan di pesantren dapat menjadi fondasi bagi santri untuk terus tumbuh dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Capaian tersebut diharapkan mampu menginspirasi generasi muda, khususnya para santri, agar berani melangkah, mengembangkan kemampuan, dan membuktikan bahwa asal-usul bukanlah batasan untuk meraih masa depan yang gemilang.
Penulis : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com










