Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Senin, 13 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RAPI: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, berfoto bersama guru usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Sumenep (Foto Istimewa)

RAPI: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, berfoto bersama guru usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Sumenep (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh satuan pendidikan melaksanakan MPLS sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menjamin kegiatan berlangsung tanpa praktik perundungan (bullying), perploncoan, maupun bentuk kekerasan lainnya.

Kehadiran Bupati di sejumlah sekolah menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam mengawasi pelaksanaan tahun ajaran baru agar berjalan aman, edukatif, dan ramah anak sejak hari pertama.

Dalam kunjungannya, Bupati Sumenep, meninjau langsung pelaksanaan MPLS serta berdialog dengan kepala sekolah, guru, dan para siswa.

Ia memastikan setiap rangkaian kegiatan benar-benar menjadi sarana pengenalan lingkungan sekolah yang membangun karakter dan semangat belajar peserta didik baru.

Menurutnya, masa pengenalan sekolah merupakan fase penting yang akan membentuk kesan pertama siswa terhadap dunia pendidikan.

Karena itu, seluruh kegiatan harus berorientasi pada pembentukan karakter, penanaman disiplin, penguatan kebersamaan, serta pengenalan budaya sekolah tanpa tindakan yang bersifat intimidatif.

“Saya ingin memastikan seluruh sekolah di Kabupaten Sumenep menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi setiap anak. Jangan ada praktik perundungan, perploncoan, ataupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik. MPLS harus menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membangun semangat belajar siswa,” tegasnya, Senin (13/7/2026).

Baca Juga :  246 Desa di Sumenep Siap Gelar Pilkades Serentak 2027, Anggaran hingga Rp120 Juta per Desa

Bupati Fauzi juga mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar mematuhi pedoman pelaksanaan MPLS yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab memberikan perlindungan sekaligus menjamin hak-hak peserta didik selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Guru dan pihak sekolah harus menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan penuh penghormatan terhadap hak-hak anak. Pendidikan yang berkualitas harus dimulai dari suasana sekolah yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.

Suami Nia Kurnia Fauzi itu menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumenep akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MPLS maupun proses pembelajaran secara umum sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Melalui pengawasan tersebut, Pemkab Sumenep berharap seluruh sekolah mampu menyelenggarakan MPLS yang edukatif, humanis, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak, sehingga peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik serta memulai proses belajar dengan rasa aman, percaya diri, dan penuh semangat. (EM)

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Berita Terkait

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru
Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan
Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan
Disdik Sumenep Perketat Pengelolaan BOSP 2026, Dorong PAUD Lebih Akuntabel dan Berdampak
Siswa SMP Binar Sumenep Raih Juara I Coding Speed Challenge FOSFAT 2026
Dispusip Sumenep Genjot Perpustakaan Ramah Anak, Sekolah Didorong Jadi Pusat Literasi Aktif
Achmad Fauzi Pantau TKA SMP 2026, Tekankan Kejujuran dan Kualitas Pendidikan di Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:12

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:53

Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:01

Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:57

Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:50

Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan

Berita Terbaru