Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TEGAS: Kepala Disdik Sumenep, Moh Iksan, saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelatihan karya ilmiah (Doc. Seputar Jatim)

TEGAS: Kepala Disdik Sumenep, Moh Iksan, saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelatihan karya ilmiah (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai memperkuat budaya literasi dan tradisi akademik di kalangan tenaga pendidik melalui Pelatihan Menulis Karya Ilmiah bagi guru SD dan SMP.

Program tersebut disiapkan untuk mencetak guru penulis yang mampu menghadirkan inovasi pendidikan berbasis pengalaman dan penelitian di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang digelar bersama Dewan Pendidikan dan Kebudayaan Sumenep (DPKS) di Gedung Ki Hajar Dewantara, dengan mengangkat tema Pendidikan Digital, Pendidikan Bahasa Madura, dan Pendidikan Ramah Anak.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puluhan guru dari berbagai kecamatan mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi profesional sekaligus penguatan budaya literasi di dunia pendidikan.

Kepala Disdik Sumenep, Mohamad Iksan, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

Menurutnya, banyak inovasi dan praktik baik yang lahir di sekolah-sekolah, namun belum terdokumentasikan secara optimal. Padahal, pengalaman tersebut dapat menjadi referensi berharga bagi para pendidik lainnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Baca Juga :  SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Disuspend BGN, Padahal Sempat Klaim Beroperasi Sesuai SOP

“Guru memiliki banyak pengalaman berharga selama proses pembelajaran. Pengalaman itu perlu ditulis dan didokumentasikan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan,” ujarnya, Senin (2/6/2026).

Ia menjelaskan, karya ilmiah bukan sekadar kebutuhan administratif atau penunjang pengembangan karier guru. Lebih dari itu, karya ilmiah merupakan sarana membangun budaya berpikir kritis, melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran, serta melahirkan berbagai gagasan inovatif yang dapat diterapkan di sekolah.

Karena itu, pihaknya terus mendorong para guru meningkatkan kemampuan literasi, baik membaca maupun menulis, sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.

“Melalui kegiatan ini, bapak dan ibu guru dapat mengembangkan kemampuan menuangkan ide, gagasan, serta pengalaman mengajar ke dalam tulisan yang sistematis dan memiliki nilai akademik. Ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.

Di tengah tantangan rendahnya minat baca dan menulis yang masih menjadi pekerjaan rumah dunia pendidikan nasional, pelatihan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem literasi yang lebih kuat di lingkungan sekolah.

Selain membahas pendidikan digital yang kini menjadi kebutuhan utama dalam proses pembelajaran, peserta juga diajak memperkuat peran pendidikan berbasis budaya lokal melalui tema Pendidikan Bahasa Madura.

Di sisi lain, konsep Pendidikan Ramah Anak menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Iksan berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan dapat diterapkan secara nyata di sekolah masing-masing.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga dapat menambah pengalaman dan kemampuan guru dalam dunia kepenulisan. Ikutilah seluruh prosesnya dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan dan dapat diterapkan untuk kemajuan pendidikan,” tuturnya.

“Melalui pelatihan tersebut, kami menargetkan lahirnya lebih banyak guru penulis yang mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas sekaligus menjadi motor penggerak budaya literasi di sekolah. Sebab, satu karya yang lahir dari tangan seorang guru tidak hanya menjadi catatan akademik, tetapi juga dapat menjadi inspirasi yang mencerdaskan generasi dan memberi dampak bagi kemajuan pendidikan di masa depan,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru di Sumenep Dilarang Bikin Konten TikTok Negatif, Disdik Siapkan Sanksi
Mahasiswa KKN Kolaboratif Kenalkan Azolla sebagai Alternatif Pakan Ternak Bagi Warga Gapurana
PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional
MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan
Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru
Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan
Disdik Sumenep Perketat Pengelolaan BOSP 2026, Dorong PAUD Lebih Akuntabel dan Berdampak

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru di Sumenep Dilarang Bikin Konten TikTok Negatif, Disdik Siapkan Sanksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Mahasiswa KKN Kolaboratif Kenalkan Azolla sebagai Alternatif Pakan Ternak Bagi Warga Gapurana

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:18 WIB

PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:12 WIB

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:53 WIB

Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Berita Terbaru

DISITA: Sejumlah barang bukti yang disita Polresta Sumenep dalam pengungkapan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Rubaru, Sumenep (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Pria di Rubaru Sumenep Ditahan Polisi, Diduga Cabuli Anak 17 Tahun

Sabtu, 29 Agu 2026 - 12:19 WIB

MEGAH: Stan Pameran Bappeda Sumenep di Madura Night Vaganza 2026 bernuansa pendopo keraton (Dok. Seputar Jatim)

Pemerintahan

Bappeda Sumenep Sulap Stan MNV 2026 Jadi Miniatur Pendopo Keraton

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:26 WIB