Dugaan Pungli dan Tebang Pilih Akademik di STIKES Husada Jombang Dikeluhkan Mahasiswa RPL S1 Kebidanan

- Redaksi

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

CERAH: Gedung Kampus STIKES Husada Jombang Jawa Timur (Foto Istimewa)

CERAH: Gedung Kampus STIKES Husada Jombang Jawa Timur (Foto Istimewa)

JOMBANG, Seputar Jatim – Sejumlah mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di STIKES Husada Jombang, Jawa Timur, mengeluhkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) serta kebijakan akademik yang dinilai tidak konsisten.

Keluhan tersebut disampaikan oleh salah satu mahasiswa yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengaku kecewa terhadap kondisi yang terjadi di lingkungan program studi tersebut.

Mahasiswa tersebut menyebut adanya perbedaan perlakuan dalam proses akademik. Menurutnya, tidak semua mahasiswa mengikuti rangkaian ujian secara lengkap, namun tetap memperoleh nilai, bahkan dengan hasil yang baik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami merasa ada ketidakadilan. Ada mahasiswa yang tidak mengikuti semua tahapan ujian, tapi tetap mendapat nilai bagus. Sementara kami yang mengikuti seluruh prosedur justru harus berjuang lebih keras,” ujar mahasiswa kebidanan yang enggan disebutkan namanya, Minggu (8/3/2026).

Baca Juga :  Antusiasme Anak Muda Jombang Belajar Kopi Excelsa dari Ganjar Creasi

Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan kesan tebang pilih dalam penerapan aturan akademik. Bahkan, menurutnya, hal itu mencerminkan buruknya tata kelola di tingkat program studi.

Selain persoalan ujian, mahasiswa juga menyoroti adanya dugaan pungutan di luar ketentuan resmi kampus. Ia mengaku menerima informasi pembiayaan yang berbeda antara yang tercantum di situs resmi kampus dengan yang disampaikan oleh oknum dosen penanggung jawab mahasiswa.

“Di website kampus biayanya sudah jelas. Tapi di lapangan kami diminta biaya tambahan untuk berbagai penugasan seperti asuhan kebidanan sampai tugas akhir. Ini yang membuat kami curiga ada pungutan yang tidak jelas dasar aturannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga mengaku bahwa mahasiswa yang tidak berada dalam koordinasi dengan oknum dosen tertentu kerap merasa dipersulit dalam beberapa tahapan akademik.

“Kalau tidak ikut koordinasi dengan oknum tertentu, proses akademik terasa lebih sulit. Ini yang membuat kami khawatir soal transparansi dan keadilan di kampus,” tambahnya.

Ia berharap pihak kampus, khususnya pimpinan bidang akademik dan Ketua Program Studi S1 Kebidanan, dapat memberikan klarifikasi secara terbuka serta memastikan kebijakan akademik yang transparan dan berlaku sama bagi seluruh mahasiswa.

Baca Juga :  Grand Final Duta Wicara Jatim 2025, Wadah Lahirnya Generasi Muda Berprestasi dan Berani Bicara

Namun hingga berita ini diterbitkan, salah satu pihak kampus STIKES Husada Jombang Program Studi S1 Kebidanan, belum memberikan tangganpan saat dihubungi media melalui pesan WhatsApp. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru di Sumenep Dilarang Bikin Konten TikTok Negatif, Disdik Siapkan Sanksi
Mahasiswa KKN Kolaboratif Kenalkan Azolla sebagai Alternatif Pakan Ternak Bagi Warga Gapurana
10 Tiang Listrik Ambruk di Gresik, GM PLN UID Jatim Pilih Diam
Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkoba Internasional, Kurir Bawa Hampir 1 Kilogram Sabu
Lia Istifhama Desak Polisi Segera Tutup Permanen Tambang Pasir Ilegal di Blitar
PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional
MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan
Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru di Sumenep Dilarang Bikin Konten TikTok Negatif, Disdik Siapkan Sanksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Mahasiswa KKN Kolaboratif Kenalkan Azolla sebagai Alternatif Pakan Ternak Bagi Warga Gapurana

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:14 WIB

10 Tiang Listrik Ambruk di Gresik, GM PLN UID Jatim Pilih Diam

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkoba Internasional, Kurir Bawa Hampir 1 Kilogram Sabu

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:51 WIB

Lia Istifhama Desak Polisi Segera Tutup Permanen Tambang Pasir Ilegal di Blitar

Berita Terbaru

DISITA: Sejumlah barang bukti yang disita Polresta Sumenep dalam pengungkapan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Rubaru, Sumenep (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Pria di Rubaru Sumenep Ditahan Polisi, Diduga Cabuli Anak 17 Tahun

Sabtu, 29 Agu 2026 - 12:19 WIB