Kepala Dapur SPPG Guluk-Guluk Disorot, Jawaban Arogan, Legalitas Dipertanyakan?

- Redaksi

Sabtu, 6 Desember 2025 - 22:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Kepala Dapur SPPG Guluk-Guluk arogan saat ditanya pers (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Kepala Dapur SPPG Guluk-Guluk arogan saat ditanya pers (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Polemik di Dapur MBG SPPG Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, di bawah Yayasan Dakwah Sosial Bani Ishak, kian memanas setelah pernyataan Kepala Dapur, Qiwam MH, beredar luas dan memicu gelombang kritik.

Alih-alih memberi klarifikasi soal legalitas, sertifikasi, serta pemenuhan standar operasional yang diwajibkan pemerintah, Qiwam justru melontarkan pernyataan yang dinilai arogan, provokatif, dan diduga menabrak aturan Presiden RI terkait standar kesehatan SPPG.

Kontroversi mencuat setelah percakapan media menampilkan sikap Qiwam yang dianggap ambigu dan defensif mengenai kelengkapan sertifikasi dapur.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, sejumlah dokumen penting dilaporkan belum terpenuhi. Meski demikian, Qiwam tetap bersikukuh bahwa dapur sudah memenuhi syarat.

“Dari sekian banyak menu yang disediakan oleh SPPG mana pun itu sudah dikonsultasikan dengan Ahli Gizi, dan itu bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya, melalui pesan WhatsApp, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga :  Praktik Pemotongan Dana PKH di Pakondang Sumenep Kembali Terkuak, MH Jadi Aktor Baru setelah Rahema

Ia bahkan menyebut bahwa penunjukannya sebagai Kepala SPPG merupakan bukti bahwa dapur tersebut sudah siap beroperasi.

“Saya ini ditugaskan oleh BGN sebagai Kepala SPPG karena SPPG tersebut sudah dan dinyatakan siap beroperasi oleh BGN sendiri,” tegasnya.

Namun ketika wartawan menyinggung soal sertifikasi yang belum lengkap, pernyataannya kembali berubah menjadi pembenaran sepihak.

“Justru saya paham makanya SPPG ini masih beroperasi dan sertifikat-sertifikat yang dimaksud saat ini sudah dalam proses,” bebernya.

Respons Qiwam yang dianggap tidak kooperatif, bahkan sempat bernada membentak, membuat suasana semakin panas.

“Justru ini sudah tertata rapi, sampean (kamu, red) sudah baca juknis tidak?,” ujarnya dengan nada tinggi.

Baca Juga :  SPPG Guluk-Guluk Sumenep Diduga Rekayasa Menu MBG: Foto Mewah, Porsi Nyata Memprihatinkan

Atas sikap Qiwan yang arogan, Aktivis pemerhati pembangunan Sumenep, Syarifuddin, menyebut sikap Qiwam sebagai bentuk pengabaian terhadap aturan Presiden RI mengenai standar dapur SPPG.

“Sebagai pejabat yang diberi kewenangan, Kepala Dapur MBG SPPG Guluk-Guluk seharusnya memberi teladan, bukan justru meremehkan aturan. Sikap provokatif seperti itu menciptakan preseden buruk dan membahayakan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Syarifuddin juga mengkritisi pernyataan Qiwam yang justru memicu keraguan terhadap keberadaan ahli gizi dan juru masak profesional.

“Pernyataan Qiwan seperti Chef profesional atau bagaimana ini dan kalau tidak ada Ahli Gizi, SPPG tidak boleh beroperasi mas,” jelasnya.

Hal ini hanya mempertebal dugaan bahwa struktur tenaga ahli di dapur SPPG Guluk Guluk tersebut belum jelas.

Situasi semakin memanas setelah mencuat informasi bahwa dapur SPPG Guluk-Guluk berpotensi ditutup apabila sertifikasi yang diwajibkan pemerintah tidak segera dipenuhi.

Publik menuntut langkah cepat dari lembaga terkait untuk memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat serta menindak tegas pihak yang diduga mengabaikan standar keselamatan. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Sabtu, 26 September 2026 - 18:21 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI

Jumat, 25 September 2026 - 08:48 WIB

PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Berita Terbaru