SAMPANG, Seputar Jatim – Seorang perempuan berinisial MR (27), warga Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, diduga menjadi korban pengeroyokan setelah dituding sebagai perebut laki orang (pelakor).
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada 11 Agustus 2026, di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang. Akibat kejadian itu, korban disebut mengalami sejumlah keluhan fisik dan trauma berat.
Berdasarkan keterangan seorang saksi yang meminta identitasnya dirahasiakan, persoalan tersebut diduga berkaitan dengan hubungan asmara. MR disebut merupakan mantan kekasih seorang laki-laki yang kini telah menikah.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Persoalan diduga bermula ketika komunikasi antara korban dengan laki-laki tersebut diketahui oleh istrinya. Setelah percakapan itu diketahui, masalah kemudian berkembang hingga korban diduga menjadi sasaran kekerasan.
Pada hari kejadian, korban disebut diajak oleh seseorang menuju sebuah rumah. Namun, sesampainya di lokasi, korban diduga mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah orang.
Saksi menyebut korban mengalami penyiksaan secara fisik. Bahkan, bagian alat kelamin korban diduga diolesi cabai.
“Korban diajak ke salah satu rumah. Setelah sampai, terjadi penyiksaan. Bahkan alat kelaminnya diolesi cabai,” ungkap saksi yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (15/8/2026).
Saksi juga menduga salah satu pihak yang melakukan penyiksaan terhadap korban merupakan mertua dari laki-laki yang sebelumnya menjalin hubungan dengan MR.
Namun, dugaan mengenai keterlibatan masing-masing pihak tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum.
Usai kejadian, korban disebut mengalami trauma berat. Salah satu anggota keluarga mengatakan MR lebih memilih mengurung diri di kamar selama lebih dari dua hari.
“Setelah kejadian itu MR mengeluhkan sakit pada bagian kepala, pada leher belakang dan pergelangan tangan kanan serta rasa panas pada bagian wajah dan kemaluan selama 2 hari,” ujar salah satu keluarga korban yang enggan disebutkan namanya.
Keluarga korban berharap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan dapat diproses sesuai hukum.
Keluarga juga menyayangkan adanya video yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut dan disebut telah beredar di media sosial.
Keluarga berharap proses hukum berjalan secara adil serta korban mendapatkan perlindungan dan keadilan atas peristiwa yang dialaminya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sampang, Iptu Fajri Alim, membenarkan bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.
“Korban didampingi keluarganya resmi melapor, korban sekarang masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” pungkasnya.
Saat ini, laporan tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Sampang. Polisi masih mendalami kronologi kejadian serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com










