SPPG Guluk-Guluk Sumenep Diduga Rekayasa Menu MBG: Foto Mewah, Porsi Nyata Memprihatinkan

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025 - 17:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MAKANAN: Menu MBG di SPPG Sumenep, Guluk-Guluk (SC Medsos)

MAKANAN: Menu MBG di SPPG Sumenep, Guluk-Guluk (SC Medsos)

SUMENEP, Seputar Jatim – Gelombang kritik kembali menghantam SPPG Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, di bawah Yayasan Dakwah Sosial Bani Ishak setelah publik menemukan perbedaan mencolok antara foto menu makan yang diunggah akun TikTok resmi lembaga tersebut dan menu yang benar-benar diterima siswa.

Dalam unggahan di Tiktok @sppgsumenenepguluk-guluk, pada Selasa, 02 Desember 2025 lalu, pihak SPPG Guluk-Guluk Sumenep, memamerkan menu MBG ‘sempurna’, terdiri dari:

  • 2 potong ikan tongkol crispy
  • 2 tempe goreng
  • Sayur bening kelor
  • Nasi jagung
  • 1 iris buah melon segar

Dalam foto itu disertai rincian kandungan gizi porsi kecil dan besar. Visual tersebut tampak seolah-olah memenuhi standar gizi nasional dan menjadi bukti kualitas layanan makan siswa.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  UNIBA Madura Mantapkan Diri sebagai Kampus Pelopor Transformasi Digital Lewat Studium Generale Visioner

Namun fakta di lapangan jauh berbeda, foto  asli yang diterima dari siswa menunjukkan:

  • Hanya satu potong kecil ikan tongkol crispy, ukurannya jauh lebih kecil dari yang ditampilkan.
  • Tempe goreng tidak ada sama sekali.
  • Nasi terlihat lebih sedikit dan tidak semenarik foto promosi.
  • Sayur hanya berupa kuah dengan sedikit isian.
  • Buah melon hanya satu potong kecil dalam plastik.
  • Satu kompartemen kotak makan bahkan kosong.

Perbedaan ekstrem ini memunculkan dugaan kuat bahwa foto yang diunggah bukan representasi realita, melainkan rekayasa visual untuk pencitraan.

Dugaan pembohongan publik pun menguat. Sejumlah wali murid menilai apa yang ditampilkan SPPG Guluk-Guluk di media sosial hanyalah ‘pemanis belaka’ yang tidak pernah sesuai dengan kenyataan.

“Kalau lihat yang diunggah, seolah menunya lengkap dan bergizi. Tapi yang diterima anak-anak tidak pernah seperti itu. Ini namanya publik dibohongi,” ujar salah satu wali murid, Rabu (3/12/2025).

Seorang siswa juga mengungkapkan hal serupa.

“Di TikTok kelihatan enak, tapi yang kami dapat sedikit, lauknya kecil. Tidak sama dengan yang diposting,” katanya.

Temuan ini memunculkan banyak pertanyaan krusial:

Apakah foto yang diunggah hanyalah rekayasa untuk menaikkan citra?

Benarkah kandungan gizi yang ditulis sesuai dengan porsi nyata?

Ke mana hilangnya lauk tambahan seperti tempe goreng?

Sorotan publik kini mengarah pada transparansi pengelolaan anggaran makan siswa, terutama jika porsi real jauh dari standar yang dipromosikan.

Baca Juga :  Dinsos P3A Sumenep Turun ke Akar Rumput, Genjot Pencegahan Kekerasan Anak di Titik Rawan

Pihak terkait didesak melakukan audit terbuka terhadap menu harian di SPPG Guluk-Guluk, termasuk pembuktian langsung apakah publikasi menu sesuai dengan distribusi nyata di lapangan dan pertanggungjawaban resmi dari pihak yayasan terkait dugaan manipulasi visual menu.

Kasus ini dipastikan terus bergulir, dengan publik menagih kejujuran dan akuntabilitas dari lembaga pendidikan tersebut. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Berita Terbaru