Puluhan Pohon Jati Aset Desa Nonggunong Diduga Ditebang Ilegal, Pj Kades Minta Polisi Usut Tuntas

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

GRID: Bukti laporan terkait pohon jati aset Pemerintah Desa Nonggunong, yang diduga ditebang tanpa izin (Doc. Seputar Jatim)

GRID: Bukti laporan terkait pohon jati aset Pemerintah Desa Nonggunong, yang diduga ditebang tanpa izin (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dugaan penebangan ilegal terhadap aset milik Pemerintah Desa Nonggunong, Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mencuat setelah sekitar 30 pohon jati yang ditanam di atas tanah kas desa dilaporkan hilang.

Kasus tersebut telah resmi dilaporkan ke Polsek Nonggunong oleh Pj. Kepala Desa Nonggunong, Heri Nurmansyah. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan tindak pidana yang dinilai telah merugikan aset desa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penebangan diduga terjadi dalam dua tahap, yakni pada 1 Februari 2026 dan 5 Juni 2026. Dalam dua peristiwa tersebut, sekitar 30 batang pohon jati dilaporkan ditebang dan diangkut dari lokasi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pohon-pohon jati itu merupakan tanaman yang ditanam beberapa tahun lalu oleh almarhum H. Herman saat masih menjabat sebagai Kepala Desa Nonggunong.

Penanaman dilakukan di atas tanah kas desa sebagai investasi jangka panjang yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.

Dalam laporannya, Heri menyebut dua orang yang diduga terlibat, yakni H. Sirajuddin dan Risu, yang merupakan warga Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, dugaan keterlibatan kedua nama tersebut masih dalam proses penyelidikan kepolisian dan belum dapat disimpulkan sebagai pihak yang bersalah.

Heri menegaskan bahwa aset desa merupakan kekayaan negara yang tidak boleh dikuasai ataupun dimanfaatkan oleh pihak mana pun tanpa dasar hukum yang sah.

“Saya melaporkan persoalan ini karena menyangkut aset milik desa. Pohon-pohon jati itu ditanam di tanah aset desa oleh almarhum H. Herman saat menjabat kepala desa. Harapan kami, kasus ini diproses secara profesional hingga tuntas agar tidak menjadi preseden buruk dalam pengelolaan aset desa,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Ia juga menyoroti penanganan perkara yang dinilainya belum maksimal. Hingga kini, barang bukti berupa kayu jati hasil penebangan disebut masih belum diamankan oleh aparat kepolisian.

“Kami berharap penyidik segera mengamankan barang bukti agar keberadaannya tetap terjaga dan tidak berpindah tangan. Barang bukti sangat penting untuk kepentingan pembuktian dalam proses hukum,” katanya.

Menurutnya, belum diamankannya barang bukti berpotensi menyulitkan proses pembuktian apabila perkara berlanjut ke tahap penyidikan.

Karena itu, ia berharap aparat kepolisian dapat bertindak cepat, profesional, dan transparan demi memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga aset desa dari dugaan penyalahgunaan.

Kasus dugaan hilangnya aset desa tersebut kini menjadi perhatian masyarakat Nonggunong. Warga berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap fakta yang sebenarnya serta memastikan seluruh aset desa terlindungi dari tindakan yang merugikan kepentingan publik.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Nonggunong maupun Polres Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan perkara, termasuk alasan belum diamankannya barang bukti sebagaimana dilaporkan.

Di sisi lain, media ini juga masih berupaya menghubungi H. Sirajuddin dan Risu guna memperoleh konfirmasi serta tanggapan atas dugaan yang dialamatkan kepada keduanya. Hak jawab akan dimuat pada pemberitaan berikutnya sesuai ketentuan Kode Etik Jurnalistik. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Korupsi BSPS Sumenep Memasuki Fase Akhir, 5 Terdakwa Segera Hadapi Putusan
Istri Sah Gerebek Suami Bersama Wanita Lain di Rumah Kos, Kasus Bergulir ke Polresta Sumenep
Selangkah Lagi ke Meja Hijau, Kejari Sumenep Genjot Berkas Korupsi DD Kades Pragaan Daya
Sidang Tuntutan Korupsi BSPS Digelar, Akankah Penyebutan Nama Oknum DPRD Sumenep Ditindaklanjuti?
Sidang Korupsi BSPS di Sumenep Masuk Babak Penentuan, 6 Terdakwa Siap Diperiksa
Polemik Kades Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Biarkan Sejumlah Pelanggaran
Kasus Penganiayaan di Lenteng Naik Status, Keluarga Korban Akhirnya Dapat Titik Terang
Polisi Tetapkan H sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Pemuda di Lenteng

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:40 WIB

Sidang Korupsi BSPS Sumenep Memasuki Fase Akhir, 5 Terdakwa Segera Hadapi Putusan

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:44 WIB

Istri Sah Gerebek Suami Bersama Wanita Lain di Rumah Kos, Kasus Bergulir ke Polresta Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:15 WIB

Selangkah Lagi ke Meja Hijau, Kejari Sumenep Genjot Berkas Korupsi DD Kades Pragaan Daya

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:27 WIB

Sidang Tuntutan Korupsi BSPS Digelar, Akankah Penyebutan Nama Oknum DPRD Sumenep Ditindaklanjuti?

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:44 WIB

Puluhan Pohon Jati Aset Desa Nonggunong Diduga Ditebang Ilegal, Pj Kades Minta Polisi Usut Tuntas

Berita Terbaru

BERBAHAYA: Sejumlah pengendara melintas di lokasi ambruknya tiang listrik di ruas jalan setelah Jembatan Manyar menuju kawasan JIIPE, Gresik (Dok. Seputar Jatim)

Jawa Timur

10 Tiang Listrik Ambruk di Gresik, GM PLN UID Jatim Pilih Diam

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:14 WIB