Sidang Korupsi BSPS Sumenep Memasuki Fase Akhir, 5 Terdakwa Segera Hadapi Putusan

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

BERJALAN: Lima terdakwa kasus dugaan korupsi Program BSPS Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten Sumenep memasuki babak penentu persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya (Foto Istimewa)

BERJALAN: Lima terdakwa kasus dugaan korupsi Program BSPS Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten Sumenep memasuki babak penentu persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten Sumenep memasuki fase krusial.

Memasuki awal Agustus 2026, lima terdakwa akan menjalani agenda penting di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, mulai dari pembacaan replik hingga putusan majelis hakim.

Tahapan tersebut menjadi penentu arah akhir proses hukum dalam perkara yang menyita perhatian publik karena berkaitan dengan program bantuan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Endro Rizki Erlazuardi, menyampaikan bahwa seluruh agenda persidangan telah ditetapkan oleh majelis hakim dan akan berjalan sesuai tahapan masing-masing.

“Pada 3 Agustus 2026, Jaksa Penuntut Umum akan membacakan replik terhadap nota pembelaan (pledoi) yang diajukan terdakwa Risky Pratama, Amin Arif Santoso, dan Wildanun Mukhalladun,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga :  Lia Istifhama Desak Polisi Segera Tutup Permanen Tambang Pasir Ilegal di Blitar

Ia menjelaskan, pada tanggal yang sama terdakwa Ari Her Sofiawanudin masih menjalani proses pembuktian. Sementara itu, sidang pembacaan putusan terhadap Heri Wahyudi dan Noer Lisal Anbiyah, dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026.

“Setiap perkara memiliki tahapan persidangan yang berbeda karena prosesnya tidak berjalan secara bersamaan. Jaksa Penuntut Umum akan mengikuti seluruh agenda yang telah ditetapkan oleh majelis hakim,” katanya.

Endro menegaskan, Kejari Sumenep berkomitmen mengawal seluruh proses persidangan hingga setiap perkara memperoleh putusan yang berkekuatan hukum tetap.

“Kami menghormati independensi majelis hakim dalam memeriksa dan memutus perkara. Seluruh proses penuntutan dilakukan berdasarkan alat bukti dan fakta hukum yang terungkap di persidangan,” tegasnya.

Dalam proses persidangan pidana, pembacaan replik merupakan tahapan penting karena menjadi kesempatan bagi Jaksa Penuntut Umum untuk menyampaikan tanggapan resmi atas nota pembelaan yang diajukan terdakwa maupun penasihat hukumnya. Setelah itu, persidangan akan berlanjut hingga majelis hakim menjatuhkan putusan.

Di sisi lain, sidang putusan terhadap Heri Wahyudi dan Noer Lisal Anbiyah diperkirakan menjadi salah satu momen paling menentukan dalam perkara ini. Amar putusan nantinya akan menjadi dasar penentuan pertanggungjawaban pidana kedua terdakwa berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, dan fakta hukum yang telah diuji selama persidangan.

Sementara itu, terhadap terdakwa Ari Her Sofiawanudin, proses pembuktian masih berlangsung. Pada tahapan ini, baik Jaksa Penuntut Umum maupun pihak terdakwa masih memiliki kesempatan menghadirkan saksi dan alat bukti guna memperkuat argumentasi hukum masing-masing sebelum perkara memasuki tahapan tuntutan dan putusan.

Baca Juga :  Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global

Kasus dugaan korupsi BSPS Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten Sumenep menjadi salah satu perkara yang mendapat perhatian luas dari masyarakat. Program yang semestinya ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian layak itu diduga mengalami penyimpangan dalam pelaksanaannya sehingga menyeret sejumlah pihak ke meja hijau.

Kejari Sumenep memastikan seluruh penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka
Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi
Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti
Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum
Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean
Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan
3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu
Polresta Sumenep Pulangkan 3 Tersangka Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong, Pelapor Tak Pernah Cabut Laporan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean

Berita Terbaru