Sidang Korupsi BSPS di Sumenep Masuk Babak Penentuan, 6 Terdakwa Siap Diperiksa

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 11:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI : Persidangan perkara dugaan korupsi BSPS Sumenep. Pengadilan Tipikor Jawa Timur dijadwalkan memeriksa enam terdakwa pada sidang lanjutan pekan depan (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI : Persidangan perkara dugaan korupsi BSPS Sumenep. Pengadilan Tipikor Jawa Timur dijadwalkan memeriksa enam terdakwa pada sidang lanjutan pekan depan (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Persidangan perkara dugaan korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memasuki babak krusial.

Setelah majelis hakim mendengarkan keterangan saksi ahli, fokus persidangan kini beralih pada pemeriksaan enam terdakwa yang dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Timur pada Kamis, 18 Juni 2026 mendatang.

Tahapan ini dinilai menjadi momentum penting dalam mengungkap konstruksi perkara dugaan korupsi program bantuan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang nilai kerugiannya disebut mencapai Rp26,8 miliar.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sumenep, Endro Riski Erlazuardi, mengatakan seluruh agenda pemeriksaan saksi ahli telah selesai dilaksanakan dan sidang akan berlanjut dengan pemeriksaan para terdakwa.

“Agenda berikutnya adalah pemeriksaan terdakwa yang dijadwalkan pada sidang pekan depan,” katanya, Senin (15/6/2026).

Baca Juga :  ASN, Santri, dan Masyarakat se-Madura Bersatu Ramaikan Lomba Pidato Gaya Bung Karno 2026

Menurutnya, pemeriksaan saksi ahli merupakan bagian dari tahapan pembuktian setelah majelis hakim mendengarkan keterangan saksi fakta yang jumlahnya cukup banyak.

Para saksi tersebut berasal dari berbagai unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program BSPS, mulai dari kepala desa, pemilik toko material bangunan hingga pendamping program.

“Sidang saksi ahli kemarin merupakan bagian dari proses pendalaman keterangan setelah sebelumnya majelis hakim mendengarkan saksi fakta yang terdiri dari kepala desa, pemilik toko material, dan pendamping program,” ujarnya.

Keterangan saksi ahli dinilai penting untuk memberikan pandangan akademis dan teknis mengenai aspek hukum, administrasi, serta mekanisme pelaksanaan program BSPS yang menjadi objek perkara.

Dengan berakhirnya agenda tersebut, para terdakwa kini akan menghadapi pemeriksaan langsung di hadapan majelis hakim.

Dalam tahap ini, mereka berkesempatan memberikan penjelasan atas berbagai fakta yang terungkap selama persidangan, termasuk menanggapi keterangan saksi dan alat bukti yang diajukan jaksa penuntut umum.

Kasus dugaan korupsi BSPS Sumenep menjadi salah satu perkara yang menyita perhatian publik karena menyangkut penggunaan anggaran negara sekaligus program pemerintah yang bertujuan menyediakan hunian layak bagi masyarakat.

Selama beberapa bulan terakhir, persidangan telah menghadirkan ratusan saksi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep.

Keterangan para saksi menjadi bagian penting dalam mengungkap dugaan penyimpangan pelaksanaan program tersebut.

Pemeriksaan para terdakwa pekan depan diperkirakan menjadi salah satu penentu arah persidangan sebelum memasuki tahapan tuntutan dan putusan.

Majelis hakim akan menguji secara langsung keterangan para terdakwa untuk menilai peran masing-masing pihak dalam perkara yang diduga merugikan keuangan negara.

Kejaksaan Negeri Sumenep menegaskan akan terus mengawal jalannya proses hukum hingga perkara tersebut memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga :  Dugaan Penyimpangan DD Meddelan, GMNI Nilai Pengawasan DPMD Sumenep Lemah

Dalam perkara ini, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah menetapkan enam terdakwa, yakni RP selaku Koordinator Kabupaten BSPS, AAS, WM, dan HW sebagai Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), serta NLA dan AHS yang merupakan tenaga ahli anggota DPR RI.

AHS menjadi tersangka terakhir yang ditahan Kejati Jawa Timur pada Januari 2026, melengkapi enam terdakwa yang kini menjalani proses persidangan dalam kasus dugaan korupsi BSPS Sumenep. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka
Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi
Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti
Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum
Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean
Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan
3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu
Polresta Sumenep Pulangkan 3 Tersangka Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong, Pelapor Tak Pernah Cabut Laporan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean

Berita Terbaru