Ketua PPR Sumenep Ajak Pengusaha Rokok Serap Tembakau Petani Lokal

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2026 - 09:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

GAGAH: Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep, Syafwan Wahyudi (Doc. Seputar Jatim)

GAGAH: Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep, Syafwan Wahyudi (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep, Syafwan Wahyudi, mengajak seluruh perusahaan rokok di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk memprioritaskan penyerapan tembakau hasil panen petani lokal pada musim panen tahun ini.

Menurut pria yang akrab disapa Haji Udik itu, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Sumenep.

“Tembakau bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Sumenep. Karena itu, kami mengimbau seluruh pengusaha rokok, baik skala kecil maupun besar, agar mendahulukan pembelian tembakau hasil petani Sumenep,” katanya, Senin (27/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional

Ia menegaskan, jangan sampai hasil panen petani lokal kesulitan mendapatkan pasar, sementara kebutuhan bahan baku industri justru dipenuhi dari luar daerah.

Menurutnya, petani dan industri rokok merupakan satu ekosistem yang saling bergantung. Petani membutuhkan kepastian pasar, sedangkan industri membutuhkan pasokan tembakau berkualitas agar proses produksi berjalan lancar.

“Hubungan ini harus dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan. Ketika industri membeli tembakau lokal, perputaran ekonomi akan tetap berada di daerah dan manfaatnya dirasakan petani, pedagang, buruh, hingga sektor usaha lainnya,” ujarnya.

Pemilik brand DRT The Big Family itu juga mendorong perusahaan rokok membangun komunikasi yang lebih intensif dengan petani maupun kelompok tani.

Menurutnya, komunikasi yang baik akan memudahkan penyamaan persepsi terkait standar kualitas, kebutuhan industri, hingga mekanisme pembelian yang transparan.

Selain itu, Haji Udik mengingatkan petani agar tidak memanen tembakau sebelum mencapai tingkat kematangan yang optimal.

“Kami mengajak petani bersabar menunggu daun tembakau benar-benar matang. Tembakau yang dipanen dalam kondisi matang memiliki kualitas lebih baik, lebih diminati industri, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Ia menilai kualitas menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing tembakau Sumenep di tengah persaingan industri hasil tembakau yang semakin ketat.

Di akhir keterangannya, Haji Udik mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, petani, dan pelaku usaha rokok, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun sektor pertembakauan yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga :  SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep

“Petani, pengusaha rokok, dan pemerintah harus berjalan seiring. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa menjaga stabilitas harga, meningkatkan kualitas produksi, memperluas penyerapan tembakau lokal, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumenep,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa
Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu
H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram
HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Karyawan Lewat JJS
BPRS Bhakti Sumekar Jadi Magnet Studi Banding Pemprov NTB
Tak Perlu Dana Besar, BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Investasi Emas Syariah
BPRS Bhakti Sumekar Dorong Warga Sumenep Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Lewat Jelajah Literasi Keuangan, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Generasi Muda Melek Finansial

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:03 WIB

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:27 WIB

H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Karyawan Lewat JJS

Senin, 27 Juli 2026 - 09:30 WIB

Ketua PPR Sumenep Ajak Pengusaha Rokok Serap Tembakau Petani Lokal

Berita Terbaru

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Ekonomi

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:03 WIB