oleh

Batik Canteng Koning, Merek Batik Buruan Pejabat

SUMENEP, seputarjatim.com Batik Sumenep menjadi salah satu kerajinan tangan yang telah dikenal luas. Batik Sumenep memiliki ciri khas yang tidak dimiliki jenis batik lainnya di Indonesia. Motif yang terbilang sulit, warna terang dan berani, menjadi salah satu ciri khas batik asal kabupaten paling timur Pulau Madura tersebut.

“Untuk membuat batik, dibutuhkan ketelitian, tekad dan skill alami. Setiap bulan ada 10 pengrajin yang melamar ke padepokan saya untuk ikut membatik. Tapi cuma ada 2 sampai 3 pengrajin saja yang bertahan, “ kelakar Didik Haryanto, ditemui di padepokan batik Canteng Koning, Kelurahan Pangarangan, Sumenep, Sabtu, 28/09/2019.

Seluruh motif batik yang dibuat Padepokan Batik Canteng Koning memiliki hak cipta. (Didik/ SJ foto)

Pembuatan batik Sumenep di Canteng Koning menurut Didik dilakukan dengan sangat hati-hati. Saat bekerja semua pengrajin harus fokus dengan aktifitasnya. Setiap pengrajin harus meletakkan HP di ruang khusus, pengrajin juga dilarang merokok selama berada di padepokan. “Fokus ini penting ya. Karya batik ini tidak main-main. Ada keliru sedikit, fatal akibatnya. Ada warna yang tidak presisi, gagal seluruh bidang kain yang akan dibuat,” katanya.

Saat ini padepokan batik Canteng Koning memiliki 30 pengrajin yang rata-rata berumur 25-30 tahun. Pengrajin muda sengaja dipilih, agar keahlian membatik dapat mereka kuasai secara mendalam. Pengrajin muda menurut Didik lebih mampu untuk menghasilkan variasi motif batik kontemporer.

Didik Haryanto, pemilik Padepokan Batik Canteng Koning menjelaskan proses pembuatan batik. (Didik/ SJ foto)

“Batik kita memang mahal. Karena pengerjaannya sulit. Satu kain batik dikerjakan minimal 4 hari. Untuk motif sulit bisa memakan waktu 15 hari. Karena itu harga kain batik disini rata-rata diatas 1 juta. Kalau yang spesial ya lebih mahal, sekitar 3-5 juta per lembar kain batik. Semuanya laris manis. Semua kalangan beli, ada guru, pengusaha, tapi lebih banyak pejabat,” terangnya.

Berbeda dengan pengrajin batik lainnya, padepokan batik Canteng Koning memiliki hak cipta atas motif batik yang dihasilkan. Semua data pra produksi hingga jadi dicatat secara detil. Pembuatan satu motif batik juga dilakukan secara terbatas. “Kalau ada yang menjiplak motif kami ya pasti ketahuan. Ada database nya di komputer,” tambahnya.

Batik Canteng Koning merambah pasar internasional. (Didik/ SJ foto)

Sejak didirikan tahun 2012 silam, padepokan batik Canteng Koning terus berkembang pesat. Karya batik yang dihasilkan dari padepokan ini tidak hanya dikirim ke kota-kota besar di Indonesia, kini batik Canteng Koning juga mulai merambah pasar internasional. “Saya juga bangga membuat Sumenep terkenal. Ya melalui batik ini. Makanya kain batik yang saya buat harus bagus. Mereka harus tahu bahwa batik Sumenep mampu bersaing dengan batik dari daerah lain,” pungkas peraih piagam Tokoh Pemuda Kreatif Berprestasi Sumenep tersebut. (dik/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *