Bupati Sumenep Melaunching BLT Desa Periode Januari Hingga Maret 2022

Tak Berkategori42 Dilihat

SUMENEP, seputarjatim.com–Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, menghadiri launching penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa se-Kabupaten Sumenep periode Januari hingga Maret.

Tak hanya melaunching BLT desa, Bupati Fauzi juga melakukan Pelaksanaan Padat Karya Tunai (PKT) desa tahun anggaran 2022, yang bertempat di Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng.

“Kami mengharapkan BLT-DD ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, dengan menggunakan dananya sebaik-baiknya untuk berbelanja sesuai dengan kebutuhan pokok,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi, SH, MH, di sela-sela Peluncuran Penyaluran Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-DD) tahun 2022 Kabupaten Sumenep, di Balai Desa Ellak Daya Kecamatan Lenteng, Kamis (10/03/2022).

Pihaknya meminta KPM memanfaatkan dana bantuan sesuai dengan kebutuhan untuk mengurangi beban hidup akibat terdampak pandemi Covid-19, sehingga jangan membelanjakan uangnya kepada barang di luar kebutuhan pokok.

Baca Juga :  Berharap Berkah, Komunitas Youngstar Bagikan Ratusan Takjil dan Buka Bersama di Hotel Baghraf

“Saya berharap, bantuan BLT Desa harus dimanfaatkan sebaik mungkin, karena ini hanya bantuan sementara untuk mengurangi beban kebutuhan masyarakat di masa pandemi,” kata Bupati Fauzi di lokasi,” Paparnya.

Masih kata fauzi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan terus berupaya memenuhi apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat.

Hal itu tak lepas dari kesadaran masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan (Prokes) agar pandemi Covid-19 segera berlalu.

Baca Juga :  Banyak yang Nyelonong Masuk, Kadinkes Agus Malah Tak Bernyali Temui Wartawan

“Prokes harus terus dilaksanakan, agar pandemi segera selesai, apalagi saat ini Sumenep terbaik dalam pengendalian Covid-19, paling sedikit sebarannya di Jawa Timur,” kata politisi muda PDI Perjuangan ini.

Bupati Fauzi menyebut, anggaran Dana Desa (DD) seluruhnya untuk Kabupaten Sumenep berjumlah Rp 332 miliar lebih yang tersebar di 320 desa.

“Dari dana tersebut minimal 40 persennya harus digunakan untuk BLT desa. Khusus untuk BLT desa Rp 133 miliar lebih, dengan sasaran sebanyak 36.979 Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” pungkasnya.(BS)

Komentar