DKPP Sumenep Lakukan Penguatan Kapasitas Petani dengan Dukungan Teknis Berkelanjutan Demi Hadapi Iklim

- Redaksi

Kamis, 17 Juli 2025 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAWAH: Petani di Sumenep menggunakan combine harvester saat panen padi (SandiGT - Seputar Jatim)

SAWAH: Petani di Sumenep menggunakan combine harvester saat panen padi (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperkuat strategi tanam padi sebagai tulang punggung ketahanan pangan lokal dan nasional.

Hingga pertengahan tahun 2025, capaian tanam telah menyentuh angka 20 ribu hektare atau 75 persen dari target 25 ribu hektare.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menekankan pentingnya transformasi pola pikir petani agar lebih adaptif terhadap tantangan iklim dan teknis pertanian modern.

“Target tanam ini memang penting, tapi yang lebih penting adalah menyiapkan petani kita agar bisa bertani dengan cara yang lebih efisien, tangguh, dan tidak bergantung pada pola lama,” ujarnya. Kamis (17/7/2025).

Baca Juga :  Dinsos P3A Sumenep Sebut Penyandang Disabilitas Bakal Jadi Subjek Pembangunan

Menurutnya, salah satu pendekatan yang dilakukan DKPP adalah penguatan kapasitas petani melalui dukungan teknis berkelanjutan. Sebanyak 149 penyuluh pertanian lapangan (PPL) diterjunkan secara aktif untuk memberikan pendampingan personal, terutama di daerah yang selama ini rawan gagal tanam akibat keterbatasan air dan pengetahuan teknologi budidaya.

“Penyuluh kami bukan sekadar memberikan arahan, tetapi ikut mendampingi sampai praktik di sawah. Ini yang membuat dampaknya lebih terasa dan berkelanjutan,” bebernya.

Lanjut ia menegaskan, DKPP rutin melakukan koordinasi dengan kelompok tani untuk merespons cepat berbagai kendala seperti kelangkaan pupuk bersubsidi, rotasi lahan, dan penyakit tanaman.

“Di beberapa wilayah, DKPP juga mulai mendorong penggunaan varietas padi tahan cekaman kekeringan dan adaptif terhadap perubahan iklim,” tegasnya.

Strategi lain, sambung dia, yang sedang disiapkan adalah pemetaan titik-titik yang memungkinkan percepatan tanam menjelang akhir tahun, bersamaan dengan datangnya musim hujan.

Ia juga mengintegrasikan data prakiraan iklim dari BMKG sebagai referensi penyusunan jadwal tanam massal.

“Kalau ingin berdaulat pangan, kita tidak bisa hanya menunggu musim. Kita harus merencanakan dengan cermat dan menyesuaikan dengan pola iklim yang tidak menentu,” ungkapnya.

Untuk itu, DKPP Sumenep terus menunjukkan tren positif dalam produktivitas padi sejak awal 2025. Bahkan di beberapa kecamatan seperti Lenteng, Saronggi, dan Rubaru, pola tanam tumpangsari mulai diterapkan sebagai solusi efisiensi lahan.

“Kami berharap, sisa 5.000 hektare yang belum tertanam dapat diselesaikan maksimal sebelum tutup tahun, dan Kabupaten Sumenep dapat menjadi salah satu contoh daerah yang sukses mengelola ketahanan pangan secara mandiri dan strategis,” tukasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Berita Terbaru