Gelar FGD, Perusahaan Rokok di Sumenep Jadi Simbol Kemandirian Ekonomi Daerah

- Redaksi

Kamis, 17 Juli 2025 - 15:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

KOMPAK: Bea Cukai Madura, Wakil Bupati Sumenep, dan Paguyuban Perusahaan Rokok Lokal berserta Penasihat Paguyuban Perusahaan Rokok melakukan foto bersama usai memberikan penghargaan kepada Puluhan Asosiasi Wartawan Sumenep pada acara FGD, di Pendopo Agung Keraton Sumenep (Mufti Che - Seputar Jatim)

KOMPAK: Bea Cukai Madura, Wakil Bupati Sumenep, dan Paguyuban Perusahaan Rokok Lokal berserta Penasihat Paguyuban Perusahaan Rokok melakukan foto bersama usai memberikan penghargaan kepada Puluhan Asosiasi Wartawan Sumenep pada acara FGD, di Pendopo Agung Keraton Sumenep (Mufti Che - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Ratusan pemilik Perusahaan Rokok (PR) lokal menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Pembinaan Perusahaan Rokok Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Acara momentum langka itu menjadi strategis bagi para pelaku industri rokok skala kecil menengah untuk mempertegas posisinya sebagai penggerak ekonomi daerah yang selama ini jarang mendapat sorotan nasional.

“Kami tidak anti pada aturan. Tapi selama ini yang kami butuhkan adalah bimbingan, bukan hanya pengawasan,” kata Pemilik Perusahaan Eokok Djava PT. Empat Sekawan Mulya, Iskandar. Kamis (17/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  DKPP Sumenep Lakukan Penguatan Kapasitas Petani dengan Dukungan Teknis Berkelanjutan Demi Hadapi Iklim

Lewat FGD ini, pihaknya ingin tumbuh dengan legalitas penuh dan tetap diberi ruang untuk berkembang sesuai kemampuan lokal.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep, Shofwan Wahyudi mengungkapkan, bahwa industri rokok lokal di Madura bukan sekadar urusan bisnis, melainkan simbol kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

“Jangan lupakan fakta ini, garam dan rokok adalah denyut ekonomi Madura. Di balik kemasan sederhana rokok lokal, ada mata rantai panjang yang menyejahterakan petani, buruh linting, hingga pengemudi distribusi, maka inilah ketahanan ekonomi desa,” tuturnya.

Lanjut ia menegaskan, dengan meningkatnya legalitas dan kesadaran para pengusaha lokal terhadap aturan perpajakan, kontribusi terhadap PAD Sumenep melalui DBHCHT meningkat tajam dalam lima tahun terakhir.

Menurutnya, FGD ini juga menjadi ruang evaluasi atas stabilitas harga tembakau Madura yang mulai terkendali sejak perusahaan lokal mendapatkan pembinaan dan akses bahan baku secara adil.

“Dulu, harga tembakau bisa jatuh tak tentu arah. Tapi sekarang, perusahaan lokal sudah siap menyerap hasil panen dengan harga pantas. Ini bukan kebetulan, tapi hasil konsolidasi antar pengusaha dan komitmen untuk saling mendukung,” tegasnya.

Senada disampaikan oleh Penasehat Pengusaha Rokok Sumenep, Mukmin, memberikan penekanan pada pentingnya aspek legalitas dalam operasional perusahaan rokok.

“Kami butuh kehadiran Bea Cukai bukan hanya sebagai pengawas, tapi pembimbing. Karena niat kami satu, yaitu tumbuh legal, maju bersama, dan membawa kesejahteraan bagi Madura,” ungkapnya.

Kegiatan ini, sambung Haji Mukmin sapaan akrabnya, juga mengangkat peran media lokal dalam menjaga narasi yang adil terhadap industri rokok rakyat, yang selama ini kerap disudutkan oleh stigma negatif.

“Melalui sinergi dengan media, perusahaan rokok lokal berharap bisa lebih dipercaya, baik oleh publik maupun pemerintah pusat,” bebernya.

Melaluo Forum Pimpinan Asosiasi Media Sumenep, ia menilai bahwa FGD ini merupakan tonggak awal menuju tata kelola industri tembakau lokal yang inklusif dan berbasis kearifan lokal.

“Kami percaya, narasi keberpihakan kepada pengusaha lokal tak harus eksklusif. Justru ketika pelaku usaha, pemerintah, dan media duduk setara, di situlah lahir kebijakan yang lebih adil,” imbuhnya.

“Kami berharap, kedepannya muncul peta jalan penguatan industri rokok lokal Madura secara menyeluruh, legal secara hukum, kuat secara ekonomi, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya.(Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa
Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep
Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?
Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri
Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu
H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram
Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai
HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Karyawan Lewat JJS

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:03 WIB

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:27 WIB

H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Ekonomi

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:03 WIB