DPRD Sumenep Sampaikan Nota Penjelasan Tiga Raperda Demi Dukung Pembangunan dalam Berbagai Sektor

- Redaksi

Jumat, 4 Juli 2025 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAKAI BATIK: Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, saat menjelaskan nota penjelasan tiga raperda pada rapat paripurna (Doc. Seputar Jatim)

PAKAI BATIK: Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, saat menjelaskan nota penjelasan tiga raperda pada rapat paripurna (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar rapat peripurna tentang penjelasan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Pada rapat tersebut digelar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim.

Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin mengatakan, DPRD sebagai unsur pemerintahan daerah memiliki kewenangan yang sama dengan Pemkab dalam pembentukan Perda, sesuai Pasal 236 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Selain itu, Pasal 78 Permendagri Nomor 80 Tahun 2015 yang telah diubah dengan Permendagri Nomor 120 Tahun 2018 juga menegaskan, setiap pembahasan raperda harus diawali dengan penjelasan pengusul dalam rapat paripurna.

“Nota penjelasan ini menjadi bagian dari upaya pembentukan produk hukum daerah untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor,” ujarnya, Jumat (4/7/2025).

Baca Juga :  Bupati Sumenep Terus Lestarikan Ritual Jamasan Keris Demi Dapat Pengakuan Global

Pada Raperda pertama adalah tentang Sistem Kesehatan Daerah. Ketua DPRD Sumenep itu menjelaskan, untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, pemerintah daerah memerlukan regulasi sebagai dasar penyelenggaraan sistem kesehatan daerah.

“Perlu ditetapkan peraturan daerah sebagai payung hukum dalam pelaksanaan sistem pelayanan kesehatan di daerah,” jelasnya.

Kemudian, Raperda kedua tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petambak Garam, mengingat Kabupaten Sumenep memiliki potensi garam yang besar sebagai sumber peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

“Potensi garam ini perlu dioptimalkan melalui perda agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan petambak garam serta masyarakat sekitar pesisir,” bebernya.

Dan pada Raperda ketiga membahas tentang Pedoman Pengendalian Pencemaran Air Pemukiman bagi Usaha Tambak Udang, sebagai upaya memastikan kualitas lingkungan dan sumber daya air tetap terjaga.

“Pengaturan ini penting untuk menjamin kondisi lingkungan tetap baik sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, pengendalian pencemaran dilakukan sejak tahap perencanaan melalui persetujuan lingkungan dengan dokumen Amdal, UKL-UPL, atau SPPL, hingga tahap operasi dan pascaoperasi dengan instrumen buku mutu lingkungan.

“Pengawasan dan penegakan hukum lingkungan juga akan dilakukan dengan prinsip ultimum remedium, melalui tahapan sanksi administratif jika terjadi pelanggaran,” tandasnya.

Pas nota penjelasan ini menjadi pijakan bagi DPRD dan Pemkab Sumenep dalam menyusun RPJMD 2025-2029, yang sejalan dengan upaya menciptakan regulasi dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Berita Terbaru