Jadi Momentum Kendalikan Covid-19, DPD PUAN Sumenep Peringati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia

Tak Berkategori49 Dilihat

Sumenep,Seputarjatim.com,-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPSS) yang bertempat Desa Kasengan, Kecamatan Manding yang diikuti oleh masyarakat sekitar.

Hari cuci tangan sedunia sendiri merupakan sebuah kampanye promosi cuci tangan pakai sabun untuk memotivasi dan memobilisasi orang di seluruh dunia sebagai upaya meningkatkan kesadaran mencuci tangan.

Ketua DPD PUAN Sumenep, Siti Hosna menjelaskan, kegiatan tersebut sengaja digelar guna memperingati HCTPPS. Apalagi, sejak Indonesia dilanda Pandemi Covid-19, masyarakat diharuskan untuk selalu mencuci tangan pakai sabun. Supaya mereka tidak mudah tertular virus yang telah memakan 142 ribu lebih jiwa di Indonesia.

Baca Juga :  Keren, Achmad Fauzi Raih Juara 1 Realisasi SHAT Lintas Sektor UKM

“Kegiatan ini untuk mengingatkan kembali, bahwa kebersihan itu penting. Kebersihan itu sebagian dari Iman,” jelasnya. Jumat (15-10-2021)

Masih kata politisi PAN ini memaparkan, selain kesadaran memakai masker dengan baik dan menjaga jarak, praktik cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik dinilai berkontribusi signifikan dalam mencegah penularan virus tersebut.

“Terbukti, cuci tangan pakai sabun terkesan remeh, tapi ternyata sangat penting dan kontribusinya signifikan dalam mengantar kita ke situasi yang lebih kondusif ini,”paparnya.

Baca Juga :  Lewat Pawai Kemerdekaan RI, PPK Lenteng Sosialisasikan Pemilu Tahun 2024

Terakhir perempuan yang juga duduk di DPRD Sumenep ini berharap dan mengajak masyarakat untuk berprilaku hidup sehat, selain mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, warga diimbau tetap menjaga protokol kesehatan (prokes), yakni dengan menjaga jarak, pakai masker, mengurangi mobilitas, serta melakukan vaksinasi covid-19, Dengan demikian, penyebaran virus Covid-19 dapat ditekan.

“Semoga pandemi ini segera berlalu dan masyarakat kembali bisa beraktifitas secara bebas. Bebas dalam arti positif. Tidak terganggu apapun dalam beraktivitas,”pungkasnya.(Bambang)

Komentar