oleh

Launching Albis Travel Umrah dan Haji

SUMENEP, seputarjatim.com- Launching Albis Nusa Wisata Malang cabang Sumenep digelar di Hall Hotel Debaghraf, Kota Sumenep, Jawa Timur, Minggu, 15/11/2020.

Albis merupakan perusahaan travel umrah dan haji yang berpusat di Kota Malang. Saat ini, perusahaan ini melakukan ekspansi ke kabupaten paling ujung timur Pulau Madura.

Hanif, perwakilan dari kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep mengatakan, biro perjalanan umrah dan haji adalah bidang usaha yang mulia.

“Berbeda dengan biro wisata. Karena travel umrah dan haji itu memberangkatkan orang muslim ke daerah suci di Makkah dan Madinah. Karenanya keberadaan Albis di Sumenep akan memberi kemudahan bagi masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci,” katanya dalam sambutan.

Hanif menambahkan, seluruh agen travel Umrah dan Haji yang berkantor di Sumenep harus kredibel.

“Kami dari Kemenag akan tetap melakukan pengawasan terhadap seluruh agen travel umrah yang ada. Maka kami ucapkan selamat datang Albis di Sumenep. Semoga memberi kebaikan bagi Sumenep,” imbuh Hanif.

Sementara itu Ishabul Khoir, Dirut PT Albis Nusa Wisata Malang mengatakan, ekspansi usahanya ke Sumenep bukan dalam rangka bersaing dengan jenis usaha yang serupa.

“Kami hanya ingin memberi jalan lain untuk.beribadah. Kita buka disini resmi. Kita buka kantor dan ijin kepada Kemenag,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, alur perjalanan Umrah yang dilakukan jamaah Albis juga sama dengan biro Umrah dan Haji yang lain.

“Bedanya, kita selalu cari hotel berjarak 500 meter dari Masjidil Haram. Agar jamaah kita nyaman. Sesuai moto kita: Aman, Nyaman, Terpercaya,” katanya.

Launching Albis Nusa Wisata Malang cabang Sumenep dihadiri calon jamaah haji dari sejumlah wisata di Sumenep.

“Dengan ini secara resmi kami membuka Albis Nusa Wisata Malang. Dan akan saya berikan tanggung jawab kepada Bapak Rasyid,” katanya.

Di akhir acara, juga dijelaskan profil perusahaan Albis Nusa Wisata Malang oleh Direktur Operasional, Anita Rahmawati.

“Kami ini salah satu travel umrah yang diminta untuk mensosialisasikan jargon 5 pasti dalam pelaksanaan umrah. Ini tanggung jawab yang kami terima dari Kemenag RI,” terangnya. (Mg2/red)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *