Pantai Keris Terancam Rusak, Warga Gersik Putih Geruduk Kepala Desa

- Redaksi

Minggu, 19 Februari 2023 - 19:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Warga Gersik Putih menuntut penghentian proyek pengembangan pesisir untuk tambak ikan. Warga beramai-ramai ke Balai Desa setempat, Minggu 19/02/2023. (Foto Istimewa)

Warga Gersik Putih menuntut penghentian proyek pengembangan pesisir untuk tambak ikan. Warga beramai-ramai ke Balai Desa setempat, Minggu 19/02/2023. (Foto Istimewa)

SUMENEP, seputarjatim.com- Sejumlah warga Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Sumenep, Jawa Timur mendatangi Balai Desa setempat, Minggu (19/2/2023).

Mereka mempermasalahkan rencana pembangunan tambak di lahan kosong pesisir pantai Desa setempat karena dinilai merugikan masyarakat lokal dan mengancam lingkungan.

Sebelum ke Balai Desa, Warga menggelar Istighasah di Masjid Zainal Abidin Kampung Tapakerbau. Mereka meminta keselamatan dan kekuatan untuk berjuang menolak pembangunan tambak di Desanya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan warga Herman Wahyudi menyampaikan, pihaknya perlu mempertanyakan rencana pembangunan tambak di lahan kosong pada Kepala Desa Mohammad Mohab. Informasi yang diterima warga, proyek dengan cara mereklamasi Pantai itu dimotori oleh Pemerintah Desa. Pemerintah Desa diduga menfasilitasi para pengembang dan sejumlah pemilik modal dari luar Desa, guna memanfaatkan lahan kosong di perairan pantai tersebut.

”Kami perlu mempertanyakan itu kepada Kades. Sebab di Tahun 2018, Pemerintah Desa menolak rencana itu oleh salah satu pengembang. Tapi, tahun ini justru berinsiatif sendiri dan menfasilitasi untuk memanfaatkan lahan kosong di pesisir pantai kami,” katanya.

Baca Juga :  Kiai Muda Ganjar Berikan Bantuan Penerangan Jalan Untuk Warga Bojonegoro

Menurut Herman, warga di kampungnya tidak memberi ruang untuk rencana ilegal ini. Warga secara tegas menolaknya sebab pembangunan tambak ikan tersebut akan berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat lokal, bahkan kepada lingkungan sekitar.

”Ada banyak warga yang menggantungkan hidupnya disana. Mereka sehari hari mencari ikan, lalu kemudian mau dihabisi mata pencahariannya dengan pembangunan tambak. Dimana hari nuraninya,” kata mantan Aktivis HMI ini.

Apalagi, tambah dia, lahan kosong yang akan dibangun tambak merupakan kawasan wisata Pantai Keris. Pantai Keris sempat terkenal dan menjadi salah satu sasaran masyarakat untuk menikmati wisata Pantai di Sumenep.

”Pantai Keris yang semestinya dimaksimalkan untuk pengembangan Desa. Malah diabaikan begitu saja. Dan sekarang justru akan diganggu dengan pembangunan tambak disekitarnya,” katanya.

Selain rencana pembangunan tambak di lahan kosong, Warga juga mendesak Pemerintah Desa untuk turun tangan mengatasi masalah kerusakan jalan menuju Desa Gersik Putih. Sejumlah titik akses jalan utama yang menghubungkan beberapa Desa di Kecamatan Gapura seperti Gapura Barat, Gapura Tengah, dan Gersik Putih rusak parak akibat keluar masuknya angkutan berat di Desa tersebut.

Baca Juga :  Bentuk Pelopor Keselamatan Sejak Dini, Ratusan Pocil Geruduk Polrestabes Surabaya

”Jadi sudah sebulan lebih jalan itu dilalui truk pengangkut batu dengan beban berat untuk pembangunan tambak garam juga. Jalan itu rusak, tapi justru dibiarkan oleh Desa,” kata Siddik, Ketua RT 01 RW 01 Kampung Tapa Kerbau Gersik Putih.

Sementara itu, dalam audiensinya warga ditemui oleh Kades Mohab dan sejumlah perangkatnya. Selama berjam jam, warga menyampaikan aspirasinya soal rencana pembangunan tambak dan kerusakan jalan tersebut.

Hanya saja, Kades tidak merespon banyak soal rencana Pembangunan tambak garam di lahan kosong pesisir pantai. Pemdes masih akan melakukan musyawarah desa (Musdes) untuk memutuskan soal pro dan kontra terkait rencana reklamasi pantai untuk tambak garam. Adapun soal kerusakan jalan, Pemdes bersama warga bersepakat untuk menyetop truk pengangkut material pembangunan tambak garam. Pengembang juga diminta untuk bertanggung jawab memperbaiki kerusakan jalan yang ditimbulkan.(fw/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 2,2 Kg Sabu di Bandara SSK II, Kurir Ditangkap Jaringan Diburu
SKK Migas dan TNI Perkuat Pengamanan Hulu Migas, Bentengi Ketahanan Energi Nasional dari Berbagai Ancaman
Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Usai Dicopot dari Kepala BGN
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dinilai Tak Becus Jalankan Program MBG
Mulai 2026, Bayar Pajak STNK Kendaraan Bekas Tak Wajib KTP Pemilik Lama
Tampil Mencolok di KPK, Haji Her Kooperatif Jalani Pemeriksaan
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:28 WIB

Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:32 WIB

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 2,2 Kg Sabu di Bandara SSK II, Kurir Ditangkap Jaringan Diburu

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:29 WIB

SKK Migas dan TNI Perkuat Pengamanan Hulu Migas, Bentengi Ketahanan Energi Nasional dari Berbagai Ancaman

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:33 WIB

Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Usai Dicopot dari Kepala BGN

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:09 WIB

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dinilai Tak Becus Jalankan Program MBG

Berita Terbaru