Proyek TPT Disinyalir Dikerjakan Asal-asalan, MP3.S Angkat Bicara

HEADLINE60 Dilihat

SUMENEP, seputarjatim.com–Proyek pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT)  di Desa Benaresep Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, yang disinyalir asal jadi mulai mendapat sorotan dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Masyarakat Pengamat Percepatan Pembangunan Sumenep (MP3.S).

Musahnan, SE ketua MP3.S mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dirinya bahwa pekerjaan tersebut bisa dibilang tidak transparan,karena dilokasi proyek tidak dipasang papan informasi terkait proyek tersebut, sehingga tidak ada kejelasan dari mana sumber anggarannya, CV mana yang mengerjakan dan anggaran berapa yang dikerjakan, dan bisa dibilang juga pekerjaan tersebut cacat konstruksi, karena terlihat dilokasi pengerjaan menggunakan batu campuran.

“Dari sisi material saya duga memang tidak sesuai speck, batu yang dipasang bukan batu gunung, batu yang dipake tidak layak dipasang di proyek TPT tersebut,” Jelasnya. Minggu (20-02-2022)

Masih kata aktivis asal kepulauan ini, amblasnya proyek TPT di Desa Benaresep Timur ini merupakan bukti lemahnya pengawasan oleh pihak terkait, sehingga di lapangan membuat pihak rekanan mengerjakan proyek tersebut disinyalir asal-asalan.

“Kalau sudah ambruk kayak gini siapa yang mau bertangung jawab, soalnya ini amburuknya bukan main-main, ini total. jadi bukan perbaikan lagi tapi harus dibangun dari awal dan saya minta kepada leading sector terkait entah itu dinas provinsi maupun kabupaten ataupun kontraktornya untuk sama-sama tanggung jawab untuk segera dibangun kembali,” Pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Proyek Tembok Penahanan Tanah (TPT) yang berada di Desa Benaresep Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, yang diduga baru selesai pekerjaannya  sudah hancur berantakan.

Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan proyek tersebut hancur, apakah murni kejadian alam ataukah memang pekerjaannya tidak sesuai spesifikasi.

Pantauan media ini dilapangan, pekerjaan tersebut memang disinyalir tidak sesuai RAB, bahan material yang digunakan menggunakan batu campuran dan selain itu teknis pemasangan batu dan cor masih jauh dari RAB yang ada.

Sukirno, Kades Benaresep Timur saat di konfirmasi terkait proyek tersebut memastikan bahwa, proyek TPT yang dibangun di desanya tersebut bukan berasal dari dana desa.

“Bukan, itu milik narto,” Jelasnya singkat saat di konfirmasi melalui aplikasi WhatsAapnya. Sabtu (19-02-2022)

Sementara itu sunarto  mengakui bahwa proyek tersebut milik dirinya, pihaknya mengakui saat ini proyeknya dikerjakan ulang dari nol pasca ambruk

“Iya dikerjakan ulang dari nol,” Terangnya singkat. (Bam/Team)

Komentar