Tolak Cak Imin Nyapres, Imam Syafii Dukung Yenni Wahid sebagai Perwakilan Keluarga Gus Dur

Politik119 Dilihat

SUMENEP, seputarjatim.com–Sekelompok anak muda dari keluarga  Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, punya pandangan terkait Pilpres 2024 mendatang.

Imam Syafii, perwakilan anak muda NU Sumenep mengatakan, Yenny Wahid sebagai salah satu representasi keluarga Gus Dur yang bisa diterima oleh berbagai kalangan untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur dalam politik dan kebangsaan sangat tepat bila ikut dalam Pilpres 2024. Apakah di posisi Capres atau Cawapres.

“Sepertinya Mba Yenny yang terlihat bisa diterima oleh anak bangsa untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur dalam kehidupan politik dan berbangsa yang dibuktikan dengan berbagai hasil survei,” ucap Imam dalam rilis yang diterima media Sabtu malam (19/2/2022).

Imam mencontohkan, hasil survei CSIIS yang dilakukan pada 7 Januari 2022 secara serentak di kantong-kantong NU seperti Probolinggo, Pasuruan, Malang. Yogyakarta, Rembang, Magelang, Tasikmalaya, Cirebon, Pandeglang dan Lampung Tengah.

Baca Juga :  Tidak Terjamah Tangan Aparat, Bandar Togel di Sumenep 'Sakti'

Nama Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tidak masuk dalam level tiga besar Capres pilihan warga NU. Bahkan, kata Imam, nama Yenny Wahid mengisi pilihan warga NU setelah Prabowo Subianto, Erick Thohir dan Anies Baswedan. Padahal ketiganya jelas tidak memiliki irisan dengan warga NU.

Dengan alasan itu, Imam mewakili anak muda NU Sumenep menolak sosok Cak Imin atau Muhaimin Iskandar bila hendak Nyapres 2024 demi menjaga keutuhan warga NU.

“Cukup Mba Yenny Wahid, putri Gus Dur mewakili jamiiyah NU di Pilpres 2024. Kalau Cak Imin? Ya sudah la cukup di PKB jadi Ketum. Jangan ngurus di luar itu. Biar di kalangan jamiyah Nahdlatul Ulama stabil. Biar tak ada pergolakan,” ucap Imam Syafii yang tercatat mantan Ketua PC PMII Sumenep dalam keterangan tertulisnya, Sabtu malam.

Baca Juga :  Mendapat Intimidasi, KJJT Minta Kapolda Jatim Selamatkan Wartawan dan LSM Sampang

Maksud Imam ada pergolakan di jamiyyah Nahdlatul Ulama bila Cak Imin ikut nyapres 2024 meski atas nama PKB adalah sejarah lama bagaimana Cak Imin mendepak Gus Dur dari Dewan Syuro DPP PKB.

“Pelengseran Gus Dur di PKB itu luka lama yang belum sembuh. Sebagai penawar obat itu ya Cak Imin harus legowo.  Urus saja PKB. Jangan ikut nyapres. Berikan kepada keluarga Gus Dur dalam Pilpres. Saya kira opsi terbaik untuk menjaga keutuhan warga NU menyambut Pilpres 2024,” terang Imam mengakhiri keterangannya.

Terakhir, Imam secara ramai-ramai mendeklarasikan diri untuk mendukung Yenny Wahid Putri Gus Dur menuju Pilpres 2024. (Bambang)

Komentar