Santri Dukung Ganjar Gelar Festival Selawat dan Musik Islami di Kota Malang

Politik132 Dilihat

Malang, seputarjatim.com- Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Jawa Timur menggelar Festival Selawat dan Musik Islami di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu malam, 15 Juli 2023.

Kegiatan tersebut sekaligus digunakan untuk menyosialisasikan Calon Presiden 2024, Ganjar Pranowo kepada warga, para santri dan anggota majelis taklim dari berbagai wilayah di Kota Malang.

“Yang pertama, hari ini kegiatannya mengenalkan Ganjar Pranowo kepada masyarakat, khususnya anggota majelis taklim di tempat ini,” kata Koordinator Wilayah (Korwil) SDG Jawa Timur, Hurriyahi.

Menurutnya, musik islami yang mengiringi lantunan shalawat kerap memeriahkan perayaan Tahun Baru Hijriah di Indonesia. Sehingga, kesenian tersebut juga perlu dilestarikan sebagai salah satu tradisi kebudayaan masyarakat.

“Karena ini menjelang Tahun Baru Islam, Tahun Baru Hijriah, sehingga kami adakan kegiatan musik shalawat ini. Sekaligus, membumikan Festival Selawat di Kota Malang. Tepatnya, di Kecamatan Lowokwaru ini,” tutur Hurriyahi.

Menurutnya, kegiatan kali ini mendapatkan respons yang positif dari para peserta maupun penonton. Hal itu, terlihat dari apresiasi mereka saat menyaksikan penampilan musik sambil ikut bershalawat.

Hurriyahi juga menilai warga yang hadir sangat antusias menyaksikan film dokumenter mengenai profil Ganjar Pranowo dan rekam jejaknya selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Gelar Sidang Paripurna Dengan Agenda Pembahasan LKPj Bupati Tahun 2022

“Alhamdulillah, masyarakat responsnya positif terhadap sosok Ganjar Pranowo untuk memimpin negeri ini di 2024. Artinya, masyarakat berharap betul bahwa di 2024 ini Bapak Ganjar bisa memimpin negeri ini, menjadi Presiden Indonesia,” katanya.

Dukungan dari masyarakat juga diberikan kepada kelompok sukarelawan SDG Jawa Timur berkat inisiatif mereka untuk memberikan bantuan sound system dan alat-alat musik untuk para santri.

“Jadi bantuan yang diberikan dari kami, Santri Dukung Ganjar merupakan sound system untuk kegiatan selawat di majelis taklim ini. Kemudian, tabanan yang itu sebagai alat musik shalawat yang itu dipakai pada kegiatan-kegiatan majelis taklim di tempat ini,” kata Hurriyahi.

Sementara itu, salah satu grup yang tampil pada Festival Shalawat dan Musik Islami malam itu adalah para santri putra dari Majelis Ratib Wal Maulid Addiba’i Samaan atau Al Hidayah. Penampilan mereka disambut tepuk tangan yang meriah dari penonton.

Penyelenggaraan acara tersebut diakui sangat bermanfaat untuk melestarikan tradisi budaya masyarakat. Dalam hal ini adalah kesenian musik islami yang biasa dibawakan oleh para santri di pondok pesantren.

Baca Juga :  Antusiasme Pedagang Pasar Jawa Timur Bertemu Ganjar, Sampaikan Harapan dan Dukungan untuk Jadi Presiden

“Untuk tanggapannya, sekarang kan mau mengarah ke Tahun Baru Hijriah atau Tahun Baru Islam yang mana ini kegiatan positif juga,” ujar salah seorang santri yang hadir di acara tersebut, Edo Parfatma.

Menurutnya, program kegiatan yang digagas kelompok sukarelawan SDG Jawa Timur itu berdampak langsung terhadap masyarakat berkat bantuan sound system hingga alat-alat musik yang memang dibutuhkan oleh para santri.

“Untuk bantuannya, (kami) sangat berterima kasih atas nama santri yang mana (bantuannya) bisa membuat dan memantik teman-teman untuk semangat lagi perihal kerohanian terus kebudayaan-kebudayaan yang berbau islami,” ujar Edo.

Selain itu, para santri di Kota Malang juga semakin mengenal sosok Ganjar Pranowo setelah mengikuti sosialisasi yang dilakukan para sukarelawan SDG lewat penayangan video dokumenter.

Setelah mendengarkan langsung prestasi dan keberhasilan Ganjar selama ini, Edo mengaku semakin mantap mendukungnya menjadi Presiden 2024 mendatang dengan harapan dapat membantu pelestarian tradisi musik islami.

“Harapan untuk Pak Ganjar sendiri dari saya, perwakilan teman-teman (santri), mungkin (Ganjar) bisa menaungi juga pemuda-pemudi yang berwilayah di kerohanian. Yang mana, (musik islami) ini juga kan suatu kebudayaan yang harus dilestarikan, menghasilkan kegiatan positif,” ujarnya. (red)

Komentar