DKUPP Sumenep Maksimalkan DBHCHT Rp 4,4 Miliar untuk Bangkitkan Industri Tembakau Lokal

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 13:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

SANTAI: Kepala Bidang Perindustrian DKUPP Sumenep, Agus Eka Hariyadi saat bersama  rekan kerjanya (SandiGT - Seputar Jatim)

SANTAI: Kepala Bidang Perindustrian DKUPP Sumenep, Agus Eka Hariyadi saat bersama rekan kerjanya (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim — Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus mendorong tumbuhnya industri hasil tembakau lokal.

Tahun ini, sebanyak Rp 4,4 miliar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dikucurkan khusus untuk mendukung pengembangan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) yang menjadi sentra baru bagi para pelaku industri rokok skala kecil dan menengah di Sumenep.

Kepala Bidang Perindustrian DKUPP Sumenep, Agus Eka Hariyadi menjelaskan, bahwa alokasi anggaran tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur penunjang yang selama ini menjadi kendala operasional di kawasan APHT.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin menciptakan kawasan industri tembakau yang tidak hanya produktif, tetapi juga manusiawi dan representatif bagi para pelaku usaha,” ujarnya. Senin (28/7/2025).

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Anom Baru Mulai Disiapkan, DKUPP Sumenep Lakukan Sosialisasi ke Para Pedagang

Dari total anggaran sebesar Rp 1,7 miliar, lanjut dia, akan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana umum, seperti tempat parkir, musholla, MCK, dan kantin pekerja.

Sementara itu, anggaran sebesar Rp 1 miliar dialokasikan untuk membangun jalan utama yang menghubungkan empat gedung di lingkungan APHT.

“Jalan ini krusial karena akan memperlancar arus logistik antar-unit produksi. Mobilitas antargedung harus dipastikan lancar agar efisiensi kerja bisa terjaga,” bebernya.

Tidak hanya infrastruktur luar, kata dia, pembagian ruang dalam gedung juga mendapat perhatian. Dana sebesar Rp 130 juta disiapkan untuk melakukan penyekatan gedung, yang disesuaikan dengan jumlah tenant aktif saat ini.

“Gedung A dan B masing-masing akan dipecah jadi empat unit, sementara gedung C dan D masing-masing dua unit. Total ada 12 unit usaha yang siap digunakan,” katanya.

Sebagai penopang operasional produksi, DKUPP juga menganggarkan Rp 869 juta untuk pengadaan 11 unit mesin Sigaret Kretek Tangan (SKT). Mesin ini akan disalurkan ke tiap unit usaha, sementara satu ruangan lainnya akan dijadikan gudang penyimpanan bahan baku.

Tak berhenti pada pengembangan jangka pendek, DKUPP turut menyiapkan perencanaan jangka panjang dengan menyusun Rencana Induk Pengembangan (RIP) APHT. Penyusunan dokumen ini dialokasikan sebesar Rp 100 juta. Sementara sisanya digunakan untuk pembelian peralatan tambahan, seperti alat pemadam api ringan (Apar), tempat sampah, dan kebutuhan fungsional lainnya.

Baca Juga :  PKDI Sumenep Resmi Dilantik, Bupati Minta Pembangunan Desa Tepat Sasaran

“Saat ini semua masih tahap persiapan teknis dan administratif. Sebagian kegiatan bahkan sudah masuk tahap finalisasi desain dan akan segera dilelang,” tegasnya.

Labeih lanjut, ia menargetkan, seluruh pekerjaan fisik dimulai pada Agustus hingga September 2025, dengan penyelesaian sebelum akhir tahun. Proses pengerjaan dijanjikan akan mengikuti ketentuan peraturan dan prosedur yang berlaku.

DKUPP menaruh harapan besar terhadap proyek ini. Dengan fasilitas yang semakin memadai dan tata kelola yang lebih terencana, kawasan APHT diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi sektor industri tembakau lokal.

“Kami ingin APHT tidak sekadar menjadi lokasi produksi, tapi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat tembakau. Ini langkah nyata untuk menghadirkan kemandirian industri dari daerah,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat
35 Perusahaan Ramaikan Sumenep Job Fair 2026, Akses Lowongan Kerja Dibuka Lebar
Dugaan Investasi MBG di Madura Tembus Rp7 Miliar, Istri Anggota DPR RI Jadi Terlapor
Wabup Sumenep Lantik Pejabat Baru, Amanah Jabatan Harus Dibuktikan Lewat Pelayanan
Sumenep dan Blitar Resmi Perkuat Kemitraan, Program Konkret Jadi Target Berikutnya
Bupati Sumenep Siapkan 30 Hektare untuk Pengembangan KEK Tembakau Madura
Angka Kemiskinan Turun, Bappeda Sumenep Dorong Penguatan Ekonomi hingga Tingkat Desa
Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:25 WIB

Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat

Selasa, 22 September 2026 - 09:20 WIB

35 Perusahaan Ramaikan Sumenep Job Fair 2026, Akses Lowongan Kerja Dibuka Lebar

Jumat, 18 September 2026 - 17:43 WIB

Wabup Sumenep Lantik Pejabat Baru, Amanah Jabatan Harus Dibuktikan Lewat Pelayanan

Kamis, 17 September 2026 - 21:29 WIB

Sumenep dan Blitar Resmi Perkuat Kemitraan, Program Konkret Jadi Target Berikutnya

Rabu, 16 September 2026 - 18:37 WIB

Bupati Sumenep Siapkan 30 Hektare untuk Pengembangan KEK Tembakau Madura

Berita Terbaru