Menu Berjamur dan Buah Busuk Lolos ke Siswa, SLHS SPPG Jambu Dipertanyakan

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

BUSUK: MBG kering yang dibarikan SPPG Lentang Jambu ke anak-anak sekolah (Doc. Seputar Jatim)

BUSUK: MBG kering yang dibarikan SPPG Lentang Jambu ke anak-anak sekolah (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar JatimKeluhan wali murid terkait kualitas menu SPPG Jambu di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian menguat.

Sejumlah orang tua siswa mengaku menemukan roti berjamur, apel keriput, hingga buah yang mulai membusuk. Temuan ini memicu kekhawatiran serius soal keamanan pangan yang dikonsumsi anak-anak di sekolah.

Sorotan publik pun mengarah pada keabsahan dan fungsi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang semestinya menjadi prasyarat kelayakan dapur dan distribusi makanan. Pertanyaan mendasar mencuat, bagaimana menu yang diduga tidak layak konsumsi bisa lolos dan tetap dibagikan kepada siswa?

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal itu, Aktivis Muda Sumenep Fathor Rahman menegaskan, persoalan ini tidak boleh berhenti sebagai perdebatan di media sosial.

Menurutnya, masalah tersebut telah menyentuh aspek pengawasan, akuntabilitas, dan keselamatan anak.

“Saya meminta SPPI Koordinator Wilayah Kabupaten Sumenep, Moh. Kholilurrahman Hidayatullah, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG yang bermasalah. Ini menyangkut kesehatan anak-anak dan tidak bisa ditunda,” tegasnya, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga :  Job Fair Sumenep Dinilai Tak Optimal, Ratusan Pencari Kerja Menanti Kepastian

Tak hanya SLHS, Fathor juga menyoroti kelengkapan sertifikat dan dokumen kelayakan lain yang seharusnya dimiliki serta diawasi secara ketat oleh penyelenggara SPPG.

“Publik tidak hanya berhak tahu soal SLHS. Setidaknya ada lima sertifikat lain yang perlu dibuka dan dijelaskan keabsahannya, mulai dari izin operasional dapur, sertifikat keamanan pangan, standar kelayakan penyimpanan bahan, sertifikasi penjamah makanan, hingga dokumen pengawasan distribusi. Kalau semua ada dan berjalan, tidak mungkin makanan bermasalah lolos ke siswa,” ujarnya.

Menurutnya, dokumen-dokumen tersebut bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan instrumen kontrol mutu yang harus terbukti berfungsi di lapangan.

Jika makanan tidak layak tetap sampai ke siswa, maka yang patut dipertanyakan adalah apakah pengawasan benar-benar dilakukan atau hanya berhenti di atas kertas.

Lebih lanjut, Fathor menegaskan bahwa bila SPPI Koordinator Wilayah Kabupaten Sumenep tidak mampu menangani persoalan ini secara serius, langkah tegas harus diambil oleh pihak di atasnya.

“Kalau tidak sanggup, saya minta Badan Gizi Nasional turun tangan langsung. Koordinator wilayah yang gagal menjalankan fungsi pengawasan harus dievaluasi bahkan dicopot, dan SPPG Jambu yang terbukti merealisasikan menu tidak layak konsumsi wajib ditutup serta diberi sanksi tegas,” katanya.

Ia menambahkan, evaluasi harus menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai pengadaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi ke sekolah.

Baca Juga :  Diduga Sajikan MBG Bau dan Busuk, Pengelola SPPG Saronggi Bungkam, SLHS Dipertanyakan?

Mengalihkan kritik wali murid ke isu loyalitas atau kegaduhan media sosial, menurutnya, hanya menutup akar masalah dan memperbesar risiko bagi siswa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan terbuka dari pihak terkait mengenai keabsahan SLHS, lima sertifikat pendukung lainnya, hasil pengawasan lapangan, maupun langkah evaluasi konkret terhadap SPPG Jambu.

Desakan publik terus menguat, menuntut tindakan nyata dan transparan agar makanan yang diterima siswa benar-benar layak, aman, dan sesuai standar kesehatan. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Buruh Tembakau di Sumenep Terima BLT DBHCHT Rp2,34 Miliar
Janji Penertiban THM Belum Terbukti, Lakpesdam dan LPBH NU Ultimatum Pemkab Sumenep
Silaturahmi ke SMSI, Kapolresta Sumenep Sebut Dukungan Media Jadi Penentu Keberhasilan Polri
Terpilih Secara Aklamasi, H. Hariri Kembali Nahkodai KJS Sumenep
KPRI RSUDMA Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat 2026, Bukti Tata Kelola Profesional dan Transparan
Grup Hadrah Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole Curi Perhatian di Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Rubaru
Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Perkuat Sinergi Pesantren dan TNI Cetak Generasi Religius, Disiplin, dan Cinta Tanah Air
Sinergi TNI dan Damkar Padamkan Kebakaran Hebat di Guluk-Guluk

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:36 WIB

Ribuan Buruh Tembakau di Sumenep Terima BLT DBHCHT Rp2,34 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:15 WIB

Janji Penertiban THM Belum Terbukti, Lakpesdam dan LPBH NU Ultimatum Pemkab Sumenep

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:32 WIB

Silaturahmi ke SMSI, Kapolresta Sumenep Sebut Dukungan Media Jadi Penentu Keberhasilan Polri

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:49 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, H. Hariri Kembali Nahkodai KJS Sumenep

Senin, 20 Juli 2026 - 12:32 WIB

KPRI RSUDMA Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat 2026, Bukti Tata Kelola Profesional dan Transparan

Berita Terbaru