Proyek Gedung Bawang Rp1 Miliar, Perencanaan DKPP Sumenep Tuai Kritik

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Lembaga BIDIK, Suhannan (Doc. Seputar Jatim)

Sekretaris Jenderal Lembaga BIDIK, Suhannan (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Proyek pembangunan gudang bawang merah milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dengan nilai anggaran sekitar Rp1 miliar menuai kritik tajam dari publik.

Pembangunan tersebut dinilai tidak berangkat dari kebutuhan mendesak, sekaligus memunculkan dugaan pemborosan anggaran daerah.

Gudang bawang merah itu dibangun di Kecamatan Rubaru. Namun, proyek ini dipersoalkan karena di wilayah yang sama sudah lebih dulu tersedia gudang bawang merah yang hingga kini dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Jenderal Lembaga BIDIK, Suhannan, menilai pembangunan gudang baru tersebut menunjukkan lemahnya perencanaan program pertanian daerah.

“Kalau gudang lama saja tidak dimaksimalkan, lalu apa dasar membangun gudang baru? Ini menimbulkan pertanyaan besar soal urgensi dan perencanaannya,” katanya, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, keberadaan gudang lama di Rubaru masih layak, bahkan dinilai lebih kokoh dan lebih strategis dibanding bangunan baru.

Baca Juga :  Peringati HPN 2026, SMSI Sumenep Hadirkan Kominfo Jatim Dorong Ekosistem Informasi Sehat

Namun, alih-alih mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada, DKPP justru membangun gudang tambahan dengan anggaran besar.

“Bangunan lama lebih bagus, lebih kuat, dan posisinya strategis. Tapi manfaatnya saja minim. Kalau begitu, kenapa harus membangun dua gudang baru lagi?,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, proyek gudang bawang merah tersebut dibangun di dua lokasi, yakni Desa Banasare dan Desa Bun Barat, Kecamatan Rubaru.

Total anggaran sekitar Rp1 miliar itu dibagi rata, masing-masing lokasi menyerap dana kurang lebih Rp500 juta.

Namun hingga kini, keberadaan gudang-gudang tersebut disebut belum memberikan dampak nyata bagi petani bawang merah di wilayah setempat.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi. Faktanya, gudang itu minim aktivitas dan belum menunjukkan manfaat signifikan bagi petani,” bebernya.

Ia menduga proyek tersebut lebih bersifat administratif tanpa didahului kajian kebutuhan yang jelas.

Bahkan, ia mengkhawatirkan pembangunan gudang baru tersebut hanya dijadikan formalitas proyek.

“Kalau proyek ini tidak didasarkan pada kebutuhan, patut dipertanyakan. Jangan sampai gudang hanya jadi bangunan kosong yang dibangun demi menghabiskan anggaran,” tegasnya.

Baca Juga :  Viral! Limbah MBG SPPG Saronggi Diduga Cemari Lingkungan, Warga Ancam Tutup Saluran Air

Atas kondisi itu, Lembaga BIDIK menyatakan akan mengawal pemanfaatan proyek gudang bawang merah tersebut, sekaligus meminta DKPP Sumenep bertanggung jawab apabila fasilitas yang dibangun tidak difungsikan secara optimal.

“Uang yang dipakai ini uang rakyat. Kalau gudang tidak digunakan sebagaimana mestinya, DKPP harus bertanggung jawab,” tandasnya.

Ia juga mendorong agar Pemkab Sumenep melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan proyek pertanian, agar anggaran daerah benar-benar menyentuh kebutuhan petani, bukan sekadar memenuhi serapan anggaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DKPP Kabupaten Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan tersebut. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan
Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan
Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan
Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura
Nasib 5.224 PPPK Paruh Waktu Jadi Prioritas, Pemkab Sumenep Siapkan Langkah Strategis
Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi
Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan
Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:35 WIB

Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:22 WIB

Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:41 WIB

Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:21 WIB

Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:43 WIB

Nasib 5.224 PPPK Paruh Waktu Jadi Prioritas, Pemkab Sumenep Siapkan Langkah Strategis

Berita Terbaru

MENJABARKAN: Anggota DPRD Sumenep Fraksi PAN, Hairul Anwar, saat menyampaikan laporan hasil Reses II Tahun Sidang 2026 dalam Rapat Paripurna (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

DPRD Desak Pemkab Sumenep Segera Isi Jabatan Strategis yang Kosong

Senin, 25 Mei 2026 - 09:35 WIB

TEGAS: Ketua Umum LBH Madani Putra, Kamarullah saat Memberikan Sambutan di acara Diklat Paralegal yang di gelar di Kampus UNIJA Madura Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

LBH Madani Dorong Pembentukan Pos Bantuan Hukum di Tingkat Desa

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:44 WIB