Bapenda Sumenep Terapkan Monitoring Transaksi, Strategi Baru Dongkrak PAD Tanpa Naikkan Tarif Pajak

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 10:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

SOSIALISASI: Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, saat menggelar acara optimalisasi pajak daerah berbasis monitoring (SandiGT - Seputar Jatim)

SOSIALISASI: Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, saat menggelar acara optimalisasi pajak daerah berbasis monitoring (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai menggeser pola pengelolaan pajak daerah dari pendekatan administratif menuju penghitungan berbasis transaksi aktual.

Langkah tersebut ditandai dengan penyiapan sistem monitoring transaksi sebagai fondasi baru dalam penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Optimalisasi Pajak Daerah Berbasis Monitoring Transaksi yang digelar di Ruang Rapat Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah daerah dalam membangun sistem perpajakan yang transparan, terukur, dan berkeadilan.

Sebanyak 18 Wajib Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dari sektor Makan dan Minuman serta Hiburan dihadirkan sebagai kelompok awal penerapan kebijakan.

Kedua sektor ini dipilih karena memiliki tingkat perputaran transaksi yang tinggi serta berkontribusi signifikan terhadap struktur PAD Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Viral! Limbah MBG SPPG Saronggi Diduga Cemari Lingkungan, Warga Ancam Tutup Saluran Air

Kepala Bapenda Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, menyampaikan bahwa monitoring transaksi merupakan instrumen kebijakan untuk memperkecil jarak antara aktivitas ekonomi dengan kewajiban pajak yang harus disetorkan ke daerah.

“Selama ini pengelolaan pajak daerah masih menghadapi keterbatasan data transaksi riil. Monitoring transaksi menjadi solusi agar perhitungan pajak benar-benar mencerminkan kondisi usaha yang sebenarnya,” jelasnya, Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan, penerapan sistem tersebut tidak dimaksudkan untuk menambah beban pelaku usaha, melainkan menciptakan kepastian dalam perhitungan pajak sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik pemerintah daerah maupun wajib pajak.

“Optimalisasi pajak daerah hanya dapat dicapai jika pemerintah memiliki data yang akurat dan pelaku usaha memperoleh kejelasan mekanisme penghitungan. Dengan demikian, kepatuhan pajak diharapkan tumbuh seiring meningkatnya kepercayaan terhadap sistem,” tegasnya.

Sosialisasi tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum sinkronisasi kebijakan. Para pelaku usaha diberikan penjelasan terkait skema teknis monitoring transaksi, tahapan penerapan, serta jaminan akuntabilitas dan keamanan data yang dihimpun pemerintah daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang P3EPD Bapenda Kabupaten Sumenep, Suhermanto, bersama jajaran teknis Bapenda sebagai penanggung jawab langsung implementasi kebijakan di lapangan.

“Kebijakan monitoring transaksi sebagai langkah fundamental dalam memperkuat PAD tanpa mengandalkan kenaikan tarif pajak. Fokus diarahkan pada penataan sistem dan peningkatan kepatuhan berbasis data,” tukasnya. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar
Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar
Bupati Sumenep Minta Santri Harus Mandiri, Kreatif, dan Mampu Bangun Usaha
Gelar Apel HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Bupati Sumenep Ajak OPD hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Wabup Sumenep Minta ASN Taat Aturan, Pimpinan OPD Diminta Jadi Teladan
Pilkada 2029 Mulai Dipersiapkan, Pemkab Sumenep Rancang Dana Cadangan Rp75 Miliar
RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Bupati Sumenep Minta Santri Harus Mandiri, Kreatif, dan Mampu Bangun Usaha

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Gelar Apel HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Bupati Sumenep Ajak OPD hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Berita Terbaru