SUMENEP, Seputar Jatim – Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan di kawasan permukiman mendapat perhatian serius melalui aksi kolaboratif lintas sektor di Kampung Ageng, Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kegiatan bersih-bersih yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep bersama Forkopimcam Kalianget, pemerintah desa, kader PKK, serta organisasi kemasyarakatan ini tak sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat.
Aksi tersebut menyasar kawasan padat penduduk, fasilitas umum, selokan, hingga aliran kali yang selama ini rawan menjadi lokasi penumpukan sampah rumah tangga. Selain mengangkat tumpukan sampah, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran warga agar lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya.
Kepala Desa Pinggirpapas, Ubaid Abdul Hayat, menegaskan bahwa kegiatan di Kampung Ageng menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran jangka panjang kepada masyarakat.
“Ini adalah bentuk edukasi langsung kepada masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Membuang sampah pada tempatnya adalah kebiasaan sederhana, tapi dampaknya sangat besar,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan tanggung jawab satu pihak semata, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen.
“Menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama, baik aparatur lembaga pemerintah, BUMN, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat. Kalau semua bergerak, lingkungan bersih bukan hal yang sulit diwujudkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, lingkungan yang bersih berbanding lurus dengan kualitas kesehatan masyarakat.
“Ketika lingkungan terjaga, kesehatan masyarakat juga akan ikut terjaga. Karena itu, ayo jaga kebersihan dimulai dari sekitar kita,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, memimpin langsung jalannya kegiatan. Aparatur desa, warga, dan kader PKK tampak bergotong royong membersihkan tumpukan sampah plastik serta limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan.
Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep menilai Kampung Ageng menjadi contoh bagaimana gerakan kebersihan dapat dijadikan media edukasi yang efektif.
“Kegiatan ini bukan hanya membersihkan sampah, tapi mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya,” ungkapnya.
Pihaknya menegaskan, kesadaran menjaga lingkungan harus ditanamkan secara kolektif dengan melibatkan seluruh elemen tanpa terkecuali.
“Menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama, baik aparatur lembaga pemerintah, BUMN, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat. Lingkungan bersih tidak akan terwujud jika hanya dibebankan kepada satu pihak,” tegasnya.
Ia kembali menekankan keterkaitan langsung antara kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Kalau lingkungannya bersih, kesehatan masyarakat pasti ikut terjaga. Karena itu, mari kita mulai menjaga kebersihan dari sekitar kita sendiri,” imbuhnya.
“Budaya bersih tidak cukup dengan imbauan. Harus ditunjukkan lewat aksi nyata seperti gotong royong ini agar menjadi kebiasaan,” tandasnya. (Sand/EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









