Tak Layak Konsumsi, Wali Murid di Lebeng Timur Pilih Uang Ketimbang MBG Bau

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MAKANAN: MBG di Lebeng Timur dibungkus diduga bau tak layak dikonsumsi (SC TikTok)

MAKANAN: MBG di Lebeng Timur dibungkus diduga bau tak layak dikonsumsi (SC TikTok)

SUMENEP, Seputar Jatim – Realisasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Lebeng Timur di bawah naungan Yayasan Matlhabul Ulum menuai sorotan tajam dan kritik keras dari sejumlah wali murid, pada 12 Februari 2026

Program yang seharusnya menunjang kebutuhan gizi siswa justru dipersoalkan karena makanan yang dibagikan diduga sudah berbau dan tidak layak konsumsi saat diterima anak-anak di sekolah.

Keluhan datang langsung dari wali murid yang diunggah dalam akun TikTok. Ia menyebut anak-anak enggan memakan makanan tersebut karena aromanya tidak wajar.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai pembagian menu yang diduga bermasalah ini mencerminkan lemahnya kontrol kualitas sebelum makanan didistribusikan.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Kampanyekan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal di HGN Ke 66

“Ta’ ekakan ebeddei asli bau. Mon ta’ layak je’ begi, begi pessena bai yeee. Mon se tak tarema entar ka engkok (Tidak dimakan ditaruh wadah, memang sudah bau. Kalau tidak layak jangan diberikan, berikan uangnya saja itu. Kalau ada yang tidak terima, silakan datang ke saya, red),” ungkap wali murid dalam cuplikan video yang berdurasi 12 detik, Kamis (13/2/2026).

Pernyataan tersebut menjadi gambaran kekecewaan wali murid yang menilai keselamatan siswa seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas menjalankan program.

Ia pu  mempertanyakan bagaimana makanan yang diduga sudah tidak layak masih bisa lolos hingga dibagikan kepada anak-anak.

Keluhan tidak hanya terjadi di satu lokasi. Wali murid lain yang mengaku bernama @yunaaaa menyebut kondisi serupa juga dialami siswa di MI Nurul Huda.

“Padeh make MI Nurul Huda, (kondisinya sama di MI Nurul Huda),” ujarnya.

Jika dugaan ini benar, maka persoalan bukan lagi kasus tunggal, melainkan indikasi sistem distribusi yang bermasalah.

Wali murid menilai perlu ada evaluasi serius terhadap proses produksi, penyimpanan, hingga pendistribusian menu MBG yang direalisasikan pada 12 Februari 2026 tersebut.

Sorotan juga mengarah pada transparansi pengelolaan anggaran serta pengawasan dari pihak penyelenggara.

Baca Juga :  Aroma Limbah dan Kualitas MBG Diprotes, Pengelola SPPG Saronggi Dinilai Tutup Mata

Bahkan, ia mendesak adanya audit terbuka dan pemeriksaan langsung oleh dinas terkait untuk memastikan standar keamanan pangan benar-benar diterapkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPPG Lebeng Timur dari Yayasan Matlhabul Ulum terkait keluhan yang viral tersebut. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Sabtu, 26 September 2026 - 18:21 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI

Jumat, 25 September 2026 - 08:48 WIB

PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Berita Terbaru