SUMENEP, Seputar Jatim – Berbagai inovasi yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menuai apresiasi dari luar daerah.
Kali ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memilih Kabupaten Sumenep sebagai tujuan studi guna mempelajari praktik terbaik dalam tata kelola pemerintahan, inovasi birokrasi, dan peningkatan pelayanan publik.
Kunjungan kerja yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, disambut langsung Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, di Rumah Dinas Bupati Sumenep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan berlangsung hangat dan dialogis. Kedua belah pihak saling bertukar pengalaman terkait strategi pembangunan daerah, penguatan kelembagaan, hingga inovasi pelayanan publik yang telah diterapkan di masing-masing wilayah.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa pertukaran pengalaman antardaerah merupakan langkah strategis untuk melahirkan kebijakan yang lebih adaptif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
“Setiap daerah memiliki pengalaman yang berbeda dalam menjalankan pemerintahan. Ketika pengalaman itu dibagikan, akan lahir banyak gagasan baru yang dapat menjadi solusi bagi peningkatan pelayanan publik maupun percepatan pembangunan,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, Pemkab Sumenep selalu terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik.
“Kami menyambut baik kunjungan ini karena menjadi momentum untuk saling belajar. Tidak hanya NTB yang memperoleh informasi dari Sumenep, tetapi kami juga mendapatkan banyak perspektif baru yang dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan ke depan,” bebernya.
Ia menambahkan, hubungan antardaerah harus dibangun dalam semangat kolaborasi sehingga berbagai inovasi yang berhasil diterapkan di suatu daerah dapat direplikasi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, mengungkapkan bahwa Sumenep dipilih karena dinilai sukses menghadirkan sejumlah terobosan yang layak dijadikan referensi bagi daerah lain.
Salah satu fokus utama kunjungan tersebut adalah mempelajari transformasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemkab Sumenep menjadi Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar.
“Transformasi kelembagaan BPR menjadi BPRS yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadi salah satu contoh yang ingin kami pelajari. Pengalaman tersebut akan menjadi referensi dalam pengembangan BPR di Provinsi NTB,” tandasnya.
Selain sektor perbankan daerah, rombongan juga menggali berbagai kebijakan terkait penguatan tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi, serta strategi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Abul Chair berharap hasil kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bahan studi, tetapi juga dapat diimplementasikan dan dikembangkan sesuai kebutuhan Pemerintah Provinsi NTB.
Melalui pertemuan itu, kedua pemerintah daerah sepakat memperkuat komunikasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi baru, memperkuat kapasitas pemerintahan daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









